SuaraBali.id - Sebanyak 15 korban mengalami luka bakar hingga luka ringan pada peristiwa meledaknya Kapal Elisabeth I di Perairan Gili Tepekong, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (7/8/2024) kemarin.
Selain 15 korban luka, 5 korban lainnya meninggal dunia di lokasi dan satu orang selamat.
Dari 15 korban, 3 orang di antaranya mendapat penanganan luka bakar serius di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar.
Mereka ditempatkan pada instalasi burn unit RSUP Prof. Ngoerah usai dirujuk dari Klinik Penta Medika Karangasem.
Dokter Bedah Plastik RSUP Prof. Ngoerah, dr. I Gusti Putu Hendra Sanjaya menyampaikan jika dua korban mengalami luka bakar berat, sementara satu mengalami luka bakar sedang.
Korban Muhammad Saiful mengalami luka bakar 48 persen, Edwin Pratama (39) dengan luka bakar 39,5 persen, dan Fadli (32) dengan luka bakar 4 persen.
Mereka bertiga disebut mengalami luka bakar paling banyak pada bagian wajah karena diduga terdampak ledakan.
“Jadi ketiga pasien ini oleh karena korban ledakan mungkin terpapar asap kebakaran tersebut. Jadi ketiga-tiganya mengenai daerah wajahnya,” ujar Hendra saat ditemui di RSUP Prof. Ngoerah, Kamis (8/8/2024).
Namun demikian, Hendra menjelaskan jika pihaknya masih memantau trauma jalur pernapasan yang dialami korban. Mereka diduga menghirup asap saat ledakan terjadi.
Baca Juga: 25 Investor Asing Diajak Berinvestasi di KEK Kesehatan Sanur, Ini Targetnya Tahun Depan
Hendra menyebut pihaknya masih melakukan pengawasan berlanjut terkait kondisi jalur napas mereka. Sehingga, saat ini mereka belum diberikan pipa bantuan pernapasan dan dalam kondisi stabil.
“Tapi saat ini kondisinya untuk trauma inhalasinya sedang kita awasi. Jadi belum kita lakukan tindakan pemasangan pipa khusus, jadi masih dalam kondisi stabil,” tuturnya.
Selain itu, secara umum kondisi pasien juga disebut masih sadar dan dapat berkomunikasi secara normal.
Sementara itu, 12 korban lainnya sebelumnya dibawa ke RS Grha Bakti Medika, Kabupaten Klungkung. Saat dikonfirmasi perkembangannya, 9 korban di antaranya sudah dibolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan.
Sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar sekitar 10 persen dan mendapatkan penanganan di sana.
“Kalau yang rawat jalan kan sudah tinggal kontrol. Yang dua ini kalau dilihat kondisi pagi yang trauma inhalasi sudah komunikasi bagus dan makan minum sudah bagus. Yang satu ini kita masih lihat,” ujar Direktur RS Grha Bakti Medika, Agus Donny Susanto pada Kamis (8/8/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang
-
50 Bikkhu Akan Berjalan dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi