SuaraBali.id - SA (20) seorang warga di Kabupaten Lombok Timur tega melakukan sodomi kepada M (12) di salah satu Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lombok Barat Selasa (25/6/2024). Aksi bejat itu nyatanya sudah dilakukan sejak SA berusia 10 tahun.
Kepala Subbidang Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati mengatakan hingga saat ini korban SA sudah mencapai 10 orang.
“Ini sudah dilakukan sejak masih duduk di bangku SD,” katanya Kamis (18/7/2024) siang.
Kronologis kejadian SA sengaja meminta korban untuk mengantarnya ke suatu tempat tetapi pada akhirnya dibawa ke rumah pelaku. Setelah tiba, SA mengganti pakaian dan meminta korban untuk mengantarnya kembali ke acara music tradisional atau kecimol.
“Bahwa pada hari selasa tanggal 25 Juni 2024 sekitar pukul 14.00 Wita, korban bertemu dengan tersangka di jalan dengan mengendarai sepeda motor. Tersangka meminta tolong kepada korban dengan mengatakan “anter saya sebentar, nanti saya kasi kamu uang lima puluh ribu” saat itu anak korban mengira tidak jauh sehingga mau mengantarnya,” katanya.
Namun korban diajak keliling sampai di Pertamina Gerung pada sekitar pukul 23.00 Wita dengan alasan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Pemenang.
Di mushola Pertamina Gerung tersebut korban disetubuhi atau dicabuli. Tidak itu saja, ketika korban ke toilet kembali tersangka menyetubuhi atau mencabuli anak korban. Keesokan harinya setelah tersangka sampai di Kecimol Berlian di Pemenang Kabupaten Lombok Utara.
“Setelah itu anak korban disuruh pulang sendiri. Di perjalanan anak korban tidak mengetahui jalan pulang sehingga anak korban bertanya kepada orang-orang sehingga pada sekitar pukul 10.40 anak korban sampai di rumah,” terangnya.
Ia mengatakan, setiap anak yang berhadapan dengan hukum menjadi korban atau saksi berhak mendapatkan pendampingan. Dalam penanganan ini, Polda NTB melibatkan psikolog untuk pemulihan trauma.
Baca Juga: 2.295 Kasus DBD di NTB, 5 Orang Meninggal Dunia Kadiskes Minta Waspadai Hujan
“Ini juga untuk pemulihan agar yang bersangkutan tidak menjadi pelaku. Karena berdasarkan analisa yang dilakukan apabila tidak ditangani dengan baik oleh psikolog maka dia berpotensi sebagai pelaku,” katanya.
Atas perbuatan tersebut tersangka terjerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 Ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
“Terhadap Tersangka diancam dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) (Undang-Undang p) dan atau pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah),” tutupnya.
Kontributor Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Tips Nikmati Liburan di Bali, Dijamin Hemat dan Nyaman
-
Dari Rebranding hingga Bantu Bencana, Berikut Capaian BRI Selama Tahun 2025
-
Siapa Saja 12 Tersangka Perusak Gedung DPRD NTB?
-
Bukan Hanya Bantuan Logistik, Intip Program BRI Pulihkan Psikologis Korban Banjir di Sumatra
-
7 Jajanan Khas Bali Paling Dicari Wajib Jadi Oleh-Oleh