Eviera Paramita Sandi
Senin, 06 Juni 2022 | 14:02 WIB
ilustrasi santet, sihir, ilmu hitam. [Envato Elements]

Namun jika sakitnya berat seperti kelumpuhan atau cacat lainya pengobatan dilakukan hingga 7 kali atau lebih.

Jika sakitnya telah menahun, akan disarankan untuk melakukan puasa mutih dengan mengkonsumsi air putih dan nasi putih saja selama tiga hari untuk meningkatkan inner power sehingga cengkraman non medis akan melemah karena merasa hawa panas di dalam. Setelah tubuh pasien bersih dari hal yang berbau non medis, akan dilanjutkan dengan akupuntur.

Ia menuturkan, ketika sumber atau sebab sakit non medis tidak terlihat saat pasien didiagnosa dalam pengobatan medis. Saat itulah seorang dokter memerlukan ahli pengobatan tradisional untuk bekerjasama agar sakit pasien tidak berlarut-larut.

Hanya saja saat ini pengobatan tradisional belum sepenuhnya diterima di kalangan medis.

Suardana mengatakan, jika kepala dikuasai oleh penyakit non medis, dilakukan juga upaya hipnotis terhadap pasien. Tujuannya, agar mengembalikan jati diri pasien.

Ditekankan bahwa badan, dan pikiran ini punya dia, maka siapapun tidak boleh mengendalikan.

Ia menjelaskan bahwa baru pertama kalinya pengobatan tradisional atau non medis berada di rumah sakit sebagai upaya penyembuhan alternatif.

Langkah ini merupakan permulaan. Sebab selama ini antara pengobatan non medis dan medis sangat berseberangan, padahal keduanya masih berhubungan erat.

"Sisa dari hasil pengobatan non medis akan memerlukan pengobatan medis untuk penyembuhan secara optimal," jelasnya. Bukti kesembuhan dari pengobatan non medis ini juga dibuktikan dari hasil uji bukti klinis pasien pasca pengobatan non medis.

Baca Juga: Mengenal Tahura Ngurah Rai, Hutan Mangrove yang Sering Dijadikan Tempat Prawedding di Bali

Load More