Namun jika sakitnya berat seperti kelumpuhan atau cacat lainya pengobatan dilakukan hingga 7 kali atau lebih.
Jika sakitnya telah menahun, akan disarankan untuk melakukan puasa mutih dengan mengkonsumsi air putih dan nasi putih saja selama tiga hari untuk meningkatkan inner power sehingga cengkraman non medis akan melemah karena merasa hawa panas di dalam. Setelah tubuh pasien bersih dari hal yang berbau non medis, akan dilanjutkan dengan akupuntur.
Ia menuturkan, ketika sumber atau sebab sakit non medis tidak terlihat saat pasien didiagnosa dalam pengobatan medis. Saat itulah seorang dokter memerlukan ahli pengobatan tradisional untuk bekerjasama agar sakit pasien tidak berlarut-larut.
Hanya saja saat ini pengobatan tradisional belum sepenuhnya diterima di kalangan medis.
Suardana mengatakan, jika kepala dikuasai oleh penyakit non medis, dilakukan juga upaya hipnotis terhadap pasien. Tujuannya, agar mengembalikan jati diri pasien.
Ditekankan bahwa badan, dan pikiran ini punya dia, maka siapapun tidak boleh mengendalikan.
Ia menjelaskan bahwa baru pertama kalinya pengobatan tradisional atau non medis berada di rumah sakit sebagai upaya penyembuhan alternatif.
Langkah ini merupakan permulaan. Sebab selama ini antara pengobatan non medis dan medis sangat berseberangan, padahal keduanya masih berhubungan erat.
"Sisa dari hasil pengobatan non medis akan memerlukan pengobatan medis untuk penyembuhan secara optimal," jelasnya. Bukti kesembuhan dari pengobatan non medis ini juga dibuktikan dari hasil uji bukti klinis pasien pasca pengobatan non medis.
Baca Juga: Mengenal Tahura Ngurah Rai, Hutan Mangrove yang Sering Dijadikan Tempat Prawedding di Bali
Berita Terkait
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
-
Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga
-
Likuiditas Makin Solid Berkat Dana SAL, BRI Siap Perluas Kredit UMKM
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah
-
Pengamat: Transformasi Danantara Berpotensi Perkuat Kontribusi Pajak BRI ke Negara