SuaraBali.id - Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) telah membuka praktik pengobatan tradisional Bali atau Usadha untuk mengobati pasien yang terkena ilmu hitam.
Pasien yang berobat bisa dayang ke RS milik pemerintah ini bila merasa diri terkena penyakit non medias seperti halnya serangan Black Magic.
Sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com, pengobat yang dipekerjakan salah satunya seorang apoteker yang menekuni usadha atau teknik pengobatan tradisional Bali.
"Keberadaan kami di rumah sakit ini bukan menggantikan pengobatan medis. Namun membantu dokter mendeteksi sumber sakit pasien secara non medis yang dapat menjadi penghambat dalam proses pengobatan (medis)," kata Penanggung Jawab dan Praktisi Pengobatan Tradisional di Poliklinik Kesehatan Tradisional Rumah Sakit Bali Mandara, Gede Suardana, Rabu (18/5/2022)
Pengobatan ini diresmikan sejak awal Maret 2022, poliklinik ini sudah melayani lebih dari 100 orang pasien dari berbagai daerah seperti Bali, Jakarta, dan Pulau Jawa.
Mereka yang datang rata-rata sudah bertahun-tahun menjalani pengobatan medis maupun non medis di tempat lain namun belum menunjukan tanda-tanda kesembuhan.
Suardana yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang apoteker telah menekuni pengobatan tradisional sejak 14 tahun lalu dengan dasar sastra aksara Bali.
Melalui ilmu tersebut, ia membantu untuk menghidupkan kembali inner power (tenaga dalam) pasien yang telah melemah akibat serangan ilmu hitam. Kemudian kekuatan pasien dan Tuhan disatukan untuk mengeluarkan benda asing dalam tubuhnya.
Cara pengobatan di poliklinik ini diawali dengan pemeriksaan pasien menggunakan ilmu medis yang meliputi pemeriksaan tensi, suhu tubuh, dan beberapa pengecekan fisik lainnya yang dilakukan oleh perawat.
Baca Juga: Mengenal Tahura Ngurah Rai, Hutan Mangrove yang Sering Dijadikan Tempat Prawedding di Bali
Kemudian pasien akan ditanya mengenai riwayat dan kronologi sakit, dilanjutkan dengan proses screening.
“Dalam proses ini, pasien dan yang diobati harus satu pemahaman mengenai metode pengobatan yang dilakukan,” jelasnya.
Saat itu tubuh pasien akan diurip (dihidupkan-red) sastra aksara Bali melalui bacaan tertentu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan inner power pasien.
Jika kekuatan dalam pasien bangkit, penyakit non medis di tubuh akan bergerak.
"Energi yang bergerak ini yang mampu kami screening, sekaligus dapat melihat bagian tubuh mana yang dipegang oleh kekuatan non medis. Bagian yang diserang itu akan terasa sakit," tuturnya.
Dalam proses penyembuhannya memiliki waktu yang berbeda-beda. Ada yang berobat minimal 2 - 3 kali untuk pasien dengan kategori sakit ringan.
Berita Terkait
-
Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku
-
Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan
-
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan
-
Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah