Eviera Paramita Sandi
Senin, 06 Juni 2022 | 14:02 WIB
ilustrasi santet, sihir, ilmu hitam. [Envato Elements]

SuaraBali.id - Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) telah membuka praktik pengobatan tradisional Bali atau Usadha untuk mengobati pasien yang terkena ilmu hitam.

Pasien yang berobat bisa dayang ke RS milik pemerintah ini bila merasa diri terkena penyakit non medias seperti halnya serangan Black Magic.

Sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com, pengobat yang dipekerjakan salah satunya seorang apoteker yang menekuni usadha atau teknik pengobatan tradisional Bali.

"Keberadaan kami di rumah sakit ini bukan menggantikan pengobatan medis. Namun membantu dokter mendeteksi sumber sakit pasien secara non medis yang dapat menjadi penghambat dalam proses pengobatan (medis)," kata Penanggung Jawab dan Praktisi Pengobatan Tradisional di Poliklinik Kesehatan Tradisional Rumah Sakit Bali Mandara, Gede Suardana, Rabu (18/5/2022)

Pengobatan ini diresmikan sejak awal Maret 2022, poliklinik ini sudah melayani lebih dari 100 orang pasien dari berbagai daerah seperti Bali, Jakarta, dan Pulau Jawa.

Mereka yang datang rata-rata sudah bertahun-tahun menjalani pengobatan medis maupun non medis di tempat lain namun belum menunjukan tanda-tanda kesembuhan.

Suardana yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang apoteker telah menekuni pengobatan tradisional sejak 14 tahun lalu dengan dasar sastra aksara Bali.

Melalui ilmu tersebut, ia membantu untuk menghidupkan kembali inner power (tenaga dalam) pasien yang telah melemah akibat serangan ilmu hitam. Kemudian kekuatan pasien dan Tuhan disatukan untuk mengeluarkan benda asing dalam tubuhnya.

Cara pengobatan di poliklinik ini diawali dengan pemeriksaan pasien menggunakan ilmu medis yang meliputi pemeriksaan tensi, suhu tubuh, dan beberapa pengecekan fisik lainnya yang dilakukan oleh perawat.

Baca Juga: Mengenal Tahura Ngurah Rai, Hutan Mangrove yang Sering Dijadikan Tempat Prawedding di Bali

Kemudian pasien akan ditanya mengenai riwayat dan kronologi sakit, dilanjutkan dengan proses screening.

“Dalam proses ini, pasien dan yang diobati harus satu pemahaman mengenai metode pengobatan yang dilakukan,” jelasnya.

Saat itu tubuh pasien akan diurip (dihidupkan-red) sastra aksara Bali melalui bacaan tertentu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan inner power pasien.

Jika kekuatan dalam pasien bangkit, penyakit non medis di tubuh akan bergerak.

"Energi yang bergerak ini yang mampu kami screening, sekaligus dapat melihat bagian tubuh mana yang dipegang oleh kekuatan non medis. Bagian yang diserang itu akan terasa sakit," tuturnya.

Dalam proses penyembuhannya memiliki waktu yang berbeda-beda. Ada yang berobat minimal 2 - 3 kali untuk pasien dengan kategori sakit ringan.

Load More