"Beliau sudah menjalani dwijati, patut dilakukan bumi sudha di tunon (kuburan,-red), maka tahapan layaknya wiku (pendeta,-red)," ucapnya.
Ketua Panitia Pelebon, AA. Ngurah Rai Sudarma menjelaskan, prosesi pelebon pernah digelar Puri selama empat kali yakni pada tahun 1962, 1986, 1993, 1998 dan saat ini 2021.
"Pada tahun 1962 itu melibatkan 2.500 sane nyarengin," tuturnya.
Yang unik dan juga menyita perhatian masyarakat dalam prosesi pelebon ini ialah aksi nerang atau pawang hujan Jro Pasek, video aksi nerangnya pun viral di media sosial.
Terlihat Jro Pasek menggunakan sarana rokok, lalu seperti menggambar di telapak tangannya sejurus kemudian menunjuk langit seolah-olah menggerakkan awan mendung menjauh dari area pelaksanaan pelebon.
Dan benar saja selama pelaksanaan prosesi puncak pelebon hujan pun tidak turun.
Sosok Raja Pemecutan XI
Bagi A.A Ngurah Damar Negara, sebagai anak ia sangat meneladani beliau, menurutnya almarhum sang ayah memiliki sifat optimis, bersahaja dan merakyat, itulah sifat yang dimiliki Ida Cokorda Pemecutan XI sehingga saat berpulang banyak pihak yang merasa kehilangan.
"Beliau sosok yang optimis, dalam segala situasi pun beliau optimis bisa berhasil apapun keadaannya, tidak mudah putus asa dan selalu memberikan semangat kepada anak, keluarga, sangat bersahaja di mana-mana dikenal," ungkapnya.
Sosok Ida Cokorda Pemecutan XI yang ramah dan mengayomi membuatnya banyak dicintai keluarga dan masyarakat, saat berpulang banyak yang menyampaikan ucapan duka cita dan mengiringi kepergian Sang Raja untuk selama-lamanya.
"Beliau merakyat, orang bersosialisasi suka menyapa orang yang ada di jalan, orang merasa sangat kehilangan, antusiasme orang-orang, teman teman melihat pelaksanaan prosesi pelebon ini sangatlah tinggi, karena beliau sendiri yang membuat hal itu di masyarakat," ucap putra kedua dari empat bersaudara itu.
Pantauan SuaraBali.id puncak pelebon ini menyedot animo ribuan masyarakat, bahkan mereka rela berdesakan hingga menaiki pohon hingga pagar-pagar untuk menyaksikan acara tradisi Puri di Bali ini.
Di sisi lain prosesi pelebon juga mendatangkan berkah bagi para pedagang maupun warung yang berada di lokasi yang penjualannya meningkat berkali lipat dibanding hari biasanya.
Masyarakat mengikuti kegiatan dari awal prosesi pemberangkatan hingga tiba di Setra Badung, tak sedikit masyarakat yang mengabadikan setiap momen iring-iringan prosesi pelebon dengan kamera ponsel mereka.
Tak hanya warga asli Bali, prosesi pelebon ini juga menyita perhatian sejumlah warga negara asing (WNA) yang tampak hadir berkalung kamera mengabadikan momen ini, selain itu, warga dari Kampung Islam Kepaon juga turut serta dalam menghantar jenazah Ida Cokorda Pemecutan XI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa