Scroll untuk membaca artikel
M Nurhadi
Jum'at, 31 Juli 2020 | 18:49 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai (bali-airport.com)

Pada bagian lain, penglingsir Puri Ubud ini juga menyinggung pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinnya. Ia berharap, kesehatan tetap menjadi perhatian sejalan dengan upaya membangkitkan kembali sektor ekonomi.

“Saya amati, prosedur kesehatan telah dipenuhi oleh penumpang yang turun di Bandara Ngurah Rai. Kita juga punya satgas berbasis Desa Adat yang diharapkan dapat memberi informasi lebih cepat ketika terjadi sesuatu di lapangan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan, prosedur di pintu masuk dan keseriusan yang ditunjukkan oleh masyarakat Bali dalam penanganan Covid-19 menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan wisatawan.

Ia jugamembandingkan situasi pasca teror bom, dimana objek-objek vital, termasuk tempat wisata dijaga ketat oleh polisi dan tentara. 

Baca Juga: Pemprov Sulut Terima Bantuan Mobil Lab PCR dari Archi Indonesia

“Kalau sebelumnya ada teror, wisatawan tentu tidak nyaman dan takut dengan penjagaan ketat aparat keamanan. Tapi pasca teror, itu justru memberi rasa aman. Sama seperti saat ini, dengan menerapkan prosedur masuk yang cukup ketat, secara psikis itu akan memberi rasa nyaman,” ungkapnya.

Tidak hanya memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, prosedur pemeriksaan yang diberlakukan di pintu masuk Bali juga bertujuan untuk melindungi masyarakat Bali.

“Jadi keduanya kena, warga kita terlindung. Wisatawan juga merasa aman berkunjung,” pungkas Cok Ace.

Load More