- Pemerintah Kota Mataram menyatakan kelompok LGBT telah ada di wilayahnya namun bergerak secara tertutup dan tidak terang-terangan.
- Wali Kota Mohan Roliskana menegaskan pemerintah tidak memberikan ruang bagi perilaku tersebut serta menolak segala bentuk normalisasi.
- Pemerintah mengajak masyarakat dan sekolah mengawasi serta memberikan pemahaman kepada generasi muda guna mencegah penyebaran perilaku menyimpang.
Jika ada perilaku yang terlihat tidak wajar sesama jenis, maka harus ada teguran secara langsung.
“Sehingga mereka merasa diawasi dan kemudian mereka merasa kondisi itu membuat tidak nyaman,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima, sambung Mohan, keberadaan kelompok LGBT di Kota Mataram ini belum terlihat secara terang-terangan.
Artinya, keberadaan kelompok ini ada namun masih tertutup.
Baca Juga:Strategi Pemkot Mataram Agar Parade Ogoh-ogoh dan Takbiran Tidak Saling Ganggu
“Kalau yang kita terima informasi belum secara vulgar menunjukan aktivitasnya,” katanya.
Diakuinya, kondisi ini bukan berarti kelompok LGBT di Kota Mataram tidak ada.
“Kita tidak katakan ini tidak ada. Tapi pengawasan itu dimulai dari lingkungan, orang tua, guru, semua kita lah,” katanya.
Kontributor: Buniamin
Baca Juga:Dari Teras Udayana sampai Jalan Majapahit: Mengintip Surga Kuliner Ramadan di Kota Mataram