Status Kritis! Danau-Danau di Bali Terancam Mati Akibat Pencemaran

Pencemaran, sedimentasi, hingga aktivitas manusia di kawasan sekitar danau

Muhammad Yunus
Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:40 WIB
Status Kritis! Danau-Danau di Bali Terancam Mati Akibat Pencemaran
Suasana pagi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (15/5/2026) [SuaraBali.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Akademisi Universitas Udayana, Prof. Ni Luh Kartini, melaporkan penurunan kualitas air pada empat danau besar di Bali akibat pencemaran.
  • Aktivitas pertanian, limbah domestik, dan sedimentasi menyebabkan eutrofikasi, pendangkalan signifikan, serta mengancam keberlangsungan ekosistem ikan lokal di kawasan danau.
  • Penyelesaian masalah memerlukan penerapan pertanian organik, pengawasan ketat sempadan danau, serta kolaborasi lintas pihak demi kelestarian lingkungan berkelanjutan.

SuaraBali.id - Pemerhati lingkungan sekaligus akademisi Universitas Udayana Prof. Ni Luh Kartini menyoroti kondisi kualitas air danau-danau di Bali yang dinilai terus mengalami penurunan akibat pencemaran, sedimentasi, hingga aktivitas manusia di kawasan sekitar danau.

Prof. Kartini mengatakan sebagian besar danau di Bali yang berada di kawasan pertanian kini menghadapi ancaman serius akibat penggunaan pestisida, pupuk kimia, limbah domestik, serta erosi lahan.

Kondisi tersebut menyebabkan perairan danau menjadi semakin subur atau mengalami eutrofikasi yang berdampak pada menurunnya kadar oksigen di dalam air.

“Kalau dilihat sekarang, air Danau Batur sudah mulai berwarna hijau. Itu artinya kandungan oksigennya menurun dan menyebabkan kematian ikan,” ujarnya, Jumat (15/5).

Baca Juga:Men Jenggo Berpulang, Ternyata Ini Asal Usul Unik 'Nasi Jinggo' Wajib Diketahui Pecinta Kuliner

Adapun empat danau besar di Bali yakni Danau Beratan, Danau Tamblingan, Danau Batur dan Danau Buyan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis sejumlah parameter kualitas air, kondisi beberapa danau di Bali kini berada pada kategori kelas tiga menuju kelas empat apabila tidak segera dilakukan penanganan serius.

Selain pencemaran, sedimentasi juga disebut menjadi persoalan utama yang menyebabkan pendangkalan danau.

Prof. Kartini mengungkapkan kedalaman sejumlah danau di Bali mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Danau Buyan yang dulu kedalamannya mencapai sekitar 140 meter sekarang tinggal sekitar 80 meter. Begitu juga Danau Batur yang sebelumnya mencapai 120 meter kini berkisar 64 hingga 80 meter,” katanya.

Baca Juga:Mengapa Perjalanan 20 Hari Para Biksu Ini Jadi Sorotan Dunia?

Ia menambahkan, sedimentasi tersebut turut berdampak pada menurunnya debit mata air yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat.

Bahkan, menurutnya, beberapa sumber mata air yang terhubung dengan Danau Batur kini mulai mengecil akibat tertutup sedimentasi.

Selain itu, keberadaan keramba jaring apung dan ikan invasif jenis red devil di Danau Batur juga menjadi perhatian serius. Prof. Kartini menyebut populasi ikan red devil kini mendominasi hingga sekitar 60 persen dan mengancam keberadaan ikan lokal endemik.

“Ikan red devil mampu hidup di kondisi oksigen rendah sehingga sangat cepat berkembang dan menghabiskan ikan lokal,” ujarnya.

Untuk memulihkan ekosistem danau, Prof. Kartini menekankan pentingnya penerapan sistem pertanian organik di kawasan sekitar danau, pengelolaan limbah domestik dan sampah secara terpadu, serta pengawasan terhadap pembangunan di sempadan danau.

Ia juga menilai pemerintah sebenarnya telah menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan lingkungan melalui pembentukan kelompok kerja percepatan penanganan sampah dan lingkungan. Namun demikian, menurutnya, upaya tersebut masih membutuhkan pendampingan intensif kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini