- Akademisi Universitas Udayana, Prof. Ni Luh Kartini, melaporkan penurunan kualitas air pada empat danau besar di Bali akibat pencemaran.
- Aktivitas pertanian, limbah domestik, dan sedimentasi menyebabkan eutrofikasi, pendangkalan signifikan, serta mengancam keberlangsungan ekosistem ikan lokal di kawasan danau.
- Penyelesaian masalah memerlukan penerapan pertanian organik, pengawasan ketat sempadan danau, serta kolaborasi lintas pihak demi kelestarian lingkungan berkelanjutan.
“Masalah lingkungan ini sangat terkait dengan pembangunan karakter dan kesadaran masyarakat sehingga tidak bisa hanya mengandalkan aturan saja,” katanya.
Prof. Kartini menegaskan penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan sempadan danau juga harus dilakukan secara konsisten melalui penerapan reward dan punishment.
Saat ini, lanjutnya, masyarakat di kawasan Danau Batur juga mulai bergerak melalui pembentukan forum pelestarian danau yang melibatkan desa-desa sekitar guna menyusun langkah nyata menjaga ekosistem danau secara berkelanjutan.
“Pelestarian danau tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Baca Juga:Men Jenggo Berpulang, Ternyata Ini Asal Usul Unik 'Nasi Jinggo' Wajib Diketahui Pecinta Kuliner