Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang

Dua pelaku usaha daging anjing di Kupang, NTT, tutup usaha lewat program "Model for Change". Tujuannya: hentikan perdagangan & tekan rabies. 10 anjing diselamatkan.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:45 WIB
Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
Upaya bersama untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang resmi menutup operasi sebagai bagian inisiatif kolaboratif NTT.
  • Program ini bertujuan mendukung target NTT bebas rabies tahun 2030 sekaligus fokus pada kesejahteraan hewan.
  • Sebanyak sepuluh anjing berhasil diselamatkan dari rumah potong dan akan direlokasi ke Jawa Barat.

SuaraBali.id - Upaya bersama untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah.

Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang, seorang pemilik rumah potong dan seorang pemilik rumah makan, resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade beroperasi.

Langkah ini merupakan bagian dari program "Model for Change–Alih Usaha untuk Kebaikan", sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT.

Program ini berfokus pada pendampingan usaha, pelatihan, dan perubahan perilaku positif bagi individu yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usahayang lebih beretika dan berkelanjutan.

Baca Juga:Gunung Lewotobi Masih Meletus Terus, Warga Dibagikan Masker Dan Diminta Tinggal di Huntara

Sebanyak 10 ekor anjing yang ditemukan masih hidup di rumah potong tersebut juga berhasil diselamatkan oleh tim HWA dan JAAN.

Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia. Ribuan anjing setiap tahun diculik dari jalanan dan rumah warga, lalu diperdagangkan lintas provinsi tanpa pemeriksaan kesehatan.

Melalui prgoram ini, para pemangku kepentingan berupaya mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada tahun 2030, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.

"Setiap bisnis daging anjing atau kucing yang berhenti beroperasi melalui Model for Change–Alih Usaha untuk Kebaikan merupakan langkah nyata menuju perlindungan hewan dan kesehatan masyarakat. Perdagangan anjing tanpa vaksinasi adalah resiko besar bagi keselamatan manusia dan hewan," kata Julie Sanders, Direktur Kampanye Ending Dog and Cat Meat HWA, Minggu (8/3/2026).

Sementara salah satu mantan pemilik rumah potong anjing selama 15 tahun berisial B, kini beralih membuka warung kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:Langit Manggarai Barat Dinilai Bersih dari Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki

"Saya merasa lega bisa meninggalkan praktik lama yang berisiko tinggi. Sekarang saya ingin berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar dengan usaha baru yang lebih aman dan bermanfaat," paparnya.

Hal yang sama juga ungkapkan pria berinisial A, mantan pemilik rumah makan daging anjing, kini mengembangkan usaha bahan bangunan.

"Setelah wabah rabies besar di Kupang tahun 2023, saya mulai berpikir untuk berubah. Melalui pendampingan Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan, saya mendapatkan arahan dan motivasi untuk memulai langkah baru bagi keluarga saya," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT, Melky Angsar, menegaska perdagangan daging anjing merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena berpotensi memperluas penyebaran rabies.

"Program seperti *Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan* memberikan solusi nyata dengan membantu masyarakat beralih ke mata pencaharian yang lebih aman dan berkelanjutan.”

Setelah penutupan, 10 anjing yang diselamatkan dibawa ke Rumah Sakit Hewan UPTD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan vaksinasi dan perawatan medis. Setelah menjalani masa karantina dan observasi, mereka akan diterbangkan ke Shelter Hewan milik JAAN di Jawa Barat untuk pemulihan lanjutan sebelum diadopsi oleh keluarga baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini