- BBMKG Wilayah III Denpasar memprediksi potensi banjir rob di Bali terjadi antara tanggal 1 hingga 4 Februari 2026.
- Penyebab utama potensi rob ini adalah fenomena fase bulan purnama yang diprakirakan terjadi pada 2 Februari 2026.
- Tujuh wilayah pesisir Bali seperti Tabanan, Klungkung, Karangasem, dan Jembrana diimbau waspada terhadap dampaknya.
SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi rob atau banjir pesisir di Bali diprakirakan pada 1-4 Februari 2026.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Sabtu (31/1).
Ia menjelaskan potensi rob itu disebabkan karena fenomena fase bulan purnama pada 2 Februari 2026.
Kondisi itu berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di tujuh wilayah pesisir.
Baca Juga:Bali Mulai Bersiaga Virus Nipah
Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, tujuh wilayah pesisir itu yakni empat pesisir selatan Kabupaten Tabanan, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana.
Selain itu, tiga wilayah pesisir lainnya yakni di pesisir Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.
Namun, BBMKG Denpasar tidak memberikan detail perkiraan ketinggian air laut maksimum dari potensi banjir pesisir itu.
Adapun aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak yakni bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Menurut dia, potensi banjir pesisir itu berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah.
Baca Juga:Anggota Komando Cadangan di Bali Terancam 15 Tahun Penjara
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat dapat membarui informasi cuaca maritim pada laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg. go.id.
Selain itu, informasi cuaca juga dapat diamati dari media sosial di antaranya Instagram @bmkgbali atau melalui aplikasi info BMKG.