- Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkatkan kewaspadaan karena merebaknya Virus Nipah di luar negeri, khususnya India.
- Pengawasan ketat diterapkan di pintu kedatangan menggunakan empat unit thermal scanner untuk memantau suhu penumpang.
- Penumpang bergejala akan dirujuk ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar setelah koordinasi BBKK.
SuaraBali.id - Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, meningkatkan kewaspadaan menyusul merebaknya kasus penularan Virus Nipah di sejumlah wilayah di luar negeri, khususnya di India.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2025 wisatawan India menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan mancanegara ke Bali.
India menempati posisi ke-2 atau ke-3 terbanyak setelah Australia. Kunjungan meningkat didorong oleh penerbangan langsung Mumbai-Denpasar
Dengan adanya virus Nipah, kini pengawasan ketat kini diberlakukan secara intensif di pintu kedatangan internasional maupun domestik.
Baca Juga:Anggota Komando Cadangan di Bali Terancam 15 Tahun Penjara
"Bagi penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali, kami imbau untuk terus menjaga kesehatan dan senantiasa memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama," ujar Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Rabu (28/1/2026).
Langkah antisipasi ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara pihak pengelola bandara dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar.
Seluruh personel di lingkungan bandara telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan menyeluruh guna mencegah masuknya virus tersebut ke Pulau Dewata.
Dalam pelaksanaannya, terdapat dua unit thermal scanner yang dioperasikan di area kedatangan internasional.
Selain itu, satu unit disiagakan di area kedatangan domestik dan satu unit lainnya ditempatkan di terminal VIP untuk memantau suhu tubuh setiap penumpang yang tiba.
Baca Juga:Kaesang Pangarep Ingin Besarkan 'Gajah' di 'Kandang Banteng'
Jika ditemukan penumpang yang terdeteksi menunjukkan gejala klinis mengarah pada infeksi Nipah, pihak BBKK akan segera melakukan tindak lanjut dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar.
Pihak otoritas juga memberikan instruksi khusus bagi para pelancong yang merasa kondisi fisiknya menurun.
Penumpang yang mengalami gejala awal seperti demam diimbau untuk tidak menunda laporan dan segera menghubungi petugas bandara terdekat atau personel BBKK yang bertugas di lokasi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen bandara dalam memastikan lingkungan transportasi udara tetap aman di tengah ancaman penyebaran virus zoonosis tersebut.