suara mereka

Ritual Pembersihan Diri dengan Rempah Alami Suku Mandailing Jelang Ramadan

Tradisi menjelang Bulan Ramadan di daerah Sumatera Utara masih sangat kental

Muhammad Yunus
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:35 WIB
Ritual Pembersihan Diri dengan Rempah Alami Suku Mandailing Jelang Ramadan
Ilustrasi mandi di sungai [SuaraBali.id/Pinterest]
Baca 10 detik
  • Tradisi Marpangir di Sumatera Utara adalah mandi pembersihan diri fisik dan rohani menyambut Ramadan.
  • Masyarakat Mandailing melaksanakan Marpangir pada hari terakhir Bulan Sya'ban menggunakan ramuan rempah alami.
  • Ramuan pangir dari bahan seperti daun jeruk dan akar wangi direbus untuk ritual penyucian menyambut Ramadan.

SuaraBali.id - Tradisi menjelang Bulan Ramadan di daerah Sumatera Utara masih sangat kental. Salah satunya yang terus dilestarikan yakni Tradisi Marpangir.

Marpangir dilakukan dengan mandi untuk membersihkan diri dari hal – hal negatif.

Biasanya Masyarakat Mandailing melakukan hal ini di hari terakhir Bulan Sya’ban (H-1 Ramadan).

Tak hanya mandi, namun juga menggunakan wangi – wangian dari jenis bunga yang mengeluarkan bau harum.

Baca Juga:Dile Jojor Dalam Tradisi Maleman oleh Warga Ombe di Lombok Barat

Bagaimanakah tata cara dari Tradisi Marpangir ini?

Marpangir (mandi pangir) dilakukan dengan cara mandi dan keramas menggunakan ramuan ‘pangir’ atau rempah. Mandi untuk membersihkan diri ini dilakukan di Sungai.

Marpangir sendiri berasal dari kata ‘Pangir’ yang memiliki arti ramuan. Sementara dalam Bahasa Batak Mandailing, Marpangir memiliki arti bersih atau pembersihan.

Sehingga istilah Marpangir ini dapat diartikan sebagai pembersihan menggunakan ramuan pangir yang merupakan bahan – bahan alami.

Masyarakat sekitar percaya bahwa tradisi ini sebagai bentuk penyucian diri secara fisik maupun Rohani.

Baca Juga:Lebaran 2025: Vila di Bali Belum Laris, Namun Diyakini Penuh di Akhir Ramadan

Setiap menjelang Ramadan, Masyarakat Sumatera masih melakukan tradisi ini sebagai bentuk penyucian diri dengan tujuan agar jiwa dan raganya bersih dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.

Selain itu, rempah – rempah yang digunakan untuk mandi ini membuat jiwa dan raga kembali segar serta bersemangat untuk menyambut Ramadan.

Satu hari menjelang Ramadan, biasanya Masyarakat Sumatera Utara berbondong – bondong membawa ramuan pangir ke Sungai.

Bahan – bahan alami ‘Pangir’ dari apa saja?

Mandi di zaman dulu bukanlah menggunakan sabun maupun shampoo. Pasalnya, dizaman dahulu belum tersedia bahan – bahan tersebut, alhasil mereka berinisiatif menggantinya dengan wewangian alami.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan bahan alami atau rempah, seperti daun jeruk, akar wangi, daun pandan, bunga kenanga, jeruk purut dan akar pinang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini