Lonjakan Traffic Internet Hingga 21 Persen Diproyeksi Terjadi di Lombok Saat Idul Fitri

Potensi lonjakan trafik data hingga 14,6% saat Ramadan & Lebaran. Optimalisasi jaringan dilakukan di titik keramaian & jalur strategis, termasuk Bali & Nusra.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 17 Maret 2025 | 12:48 WIB
Lonjakan Traffic Internet Hingga 21 Persen Diproyeksi Terjadi di Lombok Saat Idul Fitri
Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah top five lonjakan Traffic selama Ramadan [Suara.com/Buniamin]

SuaraBali.id - Menjelang hari raya Idul Fitri 1446 H, berbagai persiapan mulai dilakukan oleh semua kalangan termasuk perusahaan provider jaringan telekomunikasi.

Karena setelah sebulan berpuasa, tradisi masyarakat Indonesia yang selalu dilakukan setiap tahunnya adalah mudik.

Pada periode mudik biasanya penggunaan internet akan meningkat di waktu-waktu tertentu, terutama pada periode puncak arus mudik seperti halnya pelabuhan, bandara, terminal dan lain sebagainya.

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun 2025.

Baca Juga:Nyepi Dan Malam Takbiran di Bali Bersamaan, Pemprov Bali Sebut Sudah Ada Kesepakatan

Hasil survei menyebutkan bahwa potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia.

Selain itu puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 12,1 juta orang (dengan penerapan kebijakan WFA). Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 31,49 juta orang.

Peningkatan ini juga biasanya terjadi di kota-kota tujuan mudik mayoritas.

Sebagaimana diketahui Idul Fitri akan jatuh pada 30 hingga 31 Maret 2025

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, kebutuhan akan koneksi stabil untuk panggilan, pesan, dan akses internet pun ikut meningkat.

Baca Juga:Ekstrem, Cabai Rawit di Lombok Tengah Capai Rp 200 Ribu Per Kilogram

Salah satu provider yang saat ini bersiap adalah Indosat Ooredoo Hutchison.

SVP Head of Region Bali Nusra Julandi George Fransiskus [Suara.com/Buniamin]
SVP Head of Region Bali Nusra Julandi George Fransiskus [Suara.com/Buniamin]

Menurut SVP Head of Region Bali Nusra, Julandi George Fransiskus, proyeksi lonjakan trafik data nasional tertinggi harian selama Ramadan mencapai 14,6% .

"Dibandingkan rata-rata trafik harian dimana puncaknya terjadi menjelang Idul FitrI," jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan ini, dari sisi kesiapan infrastruktur jaringan, Indosat meningkatkan kapasitas jaringan dengan optimalisasi BTS (Base Transceiver Station), MBTS (Mobile Base Transceiver Station), serta pemantauan trafik secara real-time.

Optimalisasi ini mencakup 632 titik keramaian (Point of Interest/POI), 68 rute strategis, 29 jalur tol, 30 jalur non-tol, dan 9 jalur kereta api.

Khusus di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, lonjakan trafik data diproyeksikan mencapai 14,2% dibandingkan rata-rata tertinggi trafik harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini