Mimpi Buruk di Rumah Kos Denpasar, Rencana Kerja Berubah Jadi Tragedi Longsor

Saat itu, dia sedang mengenakan pakaian dan bersiap-siap untuk mengerjakan proyeknya di Pantai Nyanyi.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 20 Januari 2025 | 19:17 WIB
Mimpi Buruk di Rumah Kos Denpasar, Rencana Kerja Berubah Jadi Tragedi Longsor
Proses evakuasi longsor di Denpasar Utara, Kota Denpasar, Senin (20/1/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

SuaraBali.id - Delapan korban longsor yang menimpa rumah kos yang ada di Jalan Ken Dedes, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Senin (20/1/2025) telah dievakuasi. Dari 8 korban, ada 3 di antaranya yang selamat dengan mengalami luka.

Salah satunya adalah Vicky Fernando (18), seorang buruh bangunan yang berhasil selamat dari tragedi itu. Dia hanya mengalami luka pada bagian paha kanannya.

Pria yang dipanggil Nando itu berencana untuk memulai aktivitasnya seperti biasa seperti buruh bangunan bersama 7 temannya yang tinggal di tempat yang sama.

Saat itu, dia sedang mengenakan pakaian dan bersiap-siap untuk mengerjakan proyeknya di Pantai Nyanyi.

Baca Juga:Tertimbun Reruntuhan, Pekerja Proyek di Denpasar Ini Berteriak Minta Tolong

Begitu juga dengan beberapa temannya seperti Kresno dan Wito yang juga tengah memasak, meski beberapa ada yang sedang tertidur atau beraktivitas di kamarnya. Sebelum suasana tersebut berubah saat tebing di belakang kos mereka tiba-tiba ambruk.

“Mau berangkat kerja, ganti baju, itu langsung longsor itu. Akhirnya kena semua,” ujar Nando saat ditemui di lokasi pengungsian.

Dalam sesaat, pria yang berasal dari Surabaya itu langsung mencoba memanjat di sela-sela bangunan untuk menyelamatkan diri. Saat itu, dia berhasil selamat dengan temannya yang bernama Frengki.

Saat itu, Rokim juga tertimpa tapi berhasil diselamatkan. Namun, 5 temannya tertimbun reruntuhan.

Setelah melalui proses evakuasi selama 8 jam, tim SAR berhasil mengevakuasi kelima korban yang meninggal karena tertimpa reruntuhan.

Baca Juga:Tragedi Longsor Denpasar: 8 Buruh Bangunan Jadi Korban, 4 Orang Masih Tertimbun

Termasuk juga Syarif, yang menurut Nando tidak berdaya karena kakinya sedang bengkak sehingga tidak bisa berpindah. Terlebih, posisi kamar Syarif adalah yang paling terdampak dari longsor.

“Pak Syarif lagi tidur, kan kakinya bengkak, tidak bisa kemana-mana. Cuma bisa di kamar itu, mojok,” tuturnya.

Saat ini, Nando dan Frengki sudah dibolehkan pulang, namun Rokim masih dirawat di rumah sakit. Sementara, jenazah kelima korban kini juga sudah dievakuasi menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini