Tertimbun Reruntuhan, Pekerja Proyek di Denpasar Ini Berteriak Minta Tolong

Tanah longsor di Ubung Kaja Denpasar timpa rumah kos pekerja proyek. 6 korban telah dievakuasi, 3 meninggal, 3 luka-luka. Warga & tim SAR gabungan bahu membahu evakuasi.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 20 Januari 2025 | 12:07 WIB
Tertimbun Reruntuhan, Pekerja Proyek di Denpasar Ini Berteriak Minta Tolong
Basarnas Bali dan masyarakat saat evakuasi korban tanah longsor di rumah kos Desa Ubung Kaja, Denpasar, Senin (20/1/2025). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

SuaraBali.id - Bencana tanah longsor yang terjadi di Ubung Kaja Denpasar membuat masyarakat bahu-membahu untuk melakukan evakuasi awal beberapa korban tanah longsor setelah mendengar teriakan minta tolong.

Seorang anggota Linmas Desa Ubung Kaja, Sulastra mengatakan awalnya ia sedang bertugas menyeberangkan warga di depan kantor desa dan sekitar pukul 7.30 Wita melihat tanah longsor di dataran tinggi tepat di depan kantor Desa Ubung Kaja.

“Longsornya tidak sampai ke jalan, tapi kedengaran gemuruh tanah ambruk dan debunya banyak, orang proyek (teman korban) sama saya ikut bantu karena ada yang minta tolong,” kata dia, Senin (20/1/2025).

Ia pun langsung menghubungi BPBD dan Basarnas Bali, sebab kondisi tanah menghancurkan bangunan kos membuat masyarakat kesulitan melanjutkan evakuasi mandiri.

Baca Juga:Pria Bangladesh Viral, Jadi Sopir Pariwisata di Sanur Sudah Fasih Bahasa Indonesia

Anggota linmas itu tidak menduga terjadi longsor sebab tidak ada hujan selain kemarin malam, dan proyek yang menimpa rumah kos baru akan dimulai masih berupa fondasi.

Sementara itu rekan pekerja bangunan dari para korban bernama Edi Sunarjo mengaku awalnya hendak menjemput teman-temannya menuju proyek, namun mendapat kabar terjadi longsor.

“Kabar dari teman-teman proyek, itu tadi pagi ngumpul mau berangkat kerja, kami datang jam 8, sudah tertimpa semua, cuma ketemu dua orang, satu meninggal, satu luka-luka,” kata dia.

Dari sanalah seorang korban bernama Rokim berteriak minta tolong. Edi lalu melihatnya berada di reruntuhan seng dengan sedikit ruang untuk akses udara.

Edi mengatakan total delapan orang rekannya berada di rumah kos dua kamar itu, mereka berasal dari Jawa Timur, dan berpindah-pindah kos sesuai proyek yang dikerjakan.

Baca Juga:Marak WNA Jadi Guide di Bali, Kemenpar Akan Buat Aturan Baru

Mereka baru menetap sekitar dua minggu dan tidak memprediksi akan terjadi bencana tanah longsor di Jalan Kendedes I, Desa Ubung Kaja.  

“Gak membaca situasi, kemarin itu pas pindahan saya tanya depannya longsor duluan tapi di sini sebelum ada proyek tidak ada potensi longsor, tapi setelah ada fondasi proyek (di atas rumah kos) mungkin getaran jadi kurang kuat,” ujarnya.

Hingga pukul 12.00 Wita Basarnas Bali dan tim SAR gabungan dibantu masyarakat sudah mengevakuasi enam korban, dimana tiga diantaranya selamat dan tiga lainnya meninggal dunia dan dilarikan ke RS Surya Husada dan RS Prof Ngoerah.

Adapun tiga orang yang mengalami luka-luka bernama Frengki, Nado, dan Rokim, dua orang yang meninggal dunia bernama Didik dan Dwi, sementara satu korban meninggal lainnya belum diketahui namanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini