Ngerebeg di Desa Adat Tegalalang, Iring-iringan Warga Dengan Wajah Diwarnai

Bahkan, tak hanya orang dewasa, anak kecil pun ikut merias tubuh dan wajahnya.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 04 April 2024 | 15:33 WIB
Ngerebeg di Desa Adat Tegalalang, Iring-iringan Warga Dengan Wajah Diwarnai
Ngrebeg [Instagram @st.dharma_winangun]

SuaraBali.id - Ratusan warga Desa Adat Tegallalang, Gianyar melakukan tradisi Ngerebeg pada Rabu (3/4/24). Dalam momen Ngerebeg tersebut banyak mencuri perhatian warganet, pasalnya para warga memakai riasan yang unik hingga menyeramkan.

Momen tersebut diunggah akun Instagram @st.dharma_winangun. Terlihat jelas dalam video, puluhan warga berjalan beriring-iringan di Pura Duur Bingin.

Masyarakat berkumpul di Pura Duur Bingin untuk melakukan sembahyang bersama. Kemudian mereka keliling desa dan membunyikan baleganjur.

Penampilan para pemuda Tegallalang ini mencuri perhatian, pasalnya memakai riasan unik. Seluruh badan dan wajahnya diberi warna ungu, hijau, biru dan warna-warni.

Baca Juga:Posko Lebaran di Bandara Ngurah Rai Dibuka Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang

Tak sedikit pula yang merias wajahnya bak setan. Hal ini justru semakin membuat masyarakat lainnya tertarik menyaksikan prosesi tradisi Ngerebeg.

Bahkan, tak hanya orang dewasa, anak kecil pun ikut merias tubuh dan wajahnya. Mereka terlihat kompak berjalan sambil membawa penjor yang terbuat dari pohon enau.

Untuk diketahui, penjor ini dilambangkan sebagai senjata agar makhluk halus tidak mengganggu kehidupan Masyarakat desa Tegallalang.

Tradisi Ngerebeg ini merupakan tradisi tolak bala yang hanya dilakukan di Desa Tegallalang. Ngerebeg menjadi simbol hadirnya Bhutakala dalam diri manusia.

Hal inilah yang harus dinetralisir atau ditolak oleh setiap manusia, untuk menghilangkan sifat buruk. Salah satu alasan mereka merias wajahnya dalam bentuk menyeramkan lantaran sebagai simbol sifat buruk yang ada dalam diri harus dihilangkan.

Baca Juga:Ngamuk Saat Diiterogasi, WNA Penculik Anak di Kuta Belum Jadi Tersangka

Menurut kepercayaan, dalam diri manusia terdapat 6 jenis musuh yang harus dinetralisir. Oleh karenanya, topeng atau riasan yang dikenakan peserta harus mewakili sifat-sifat buruk tersebut.

Warga atau peserta ngerebeg yang keliling desa itu juga membawa berbagai jenis hasil pertanian dan makanan sebagai tanda Syukur kepada dewa-dewa.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini