"Jumlah KPM yang kami terima untuk saat ini ada perubahan atau pengurangan yang sebelumnya yang kita salurkan itu sebanyak 166 KPM, sekarang menjadi turun 139 (KPM). Mungkin ini diakibatkan oleh screening system dari Kemensos yang menskrining data tersebut berdasarkan KK dan NIK," kata Wayan.
"Otomatis itu akan muncul apabila dalam satu KK itu, salah satu anggota keluarganya yang sudah menerima pekerja penerima upah otomatis akan di-delete. Begitu juga setelah diverifikasi ke lapangan, ada yang meninggal otomatis juga akan dihilangkan," lanjutnya.
Wayan mengaku senang bisa menjalin kerja sama dengan Pos Indonesia dalam menyalurkan bansos sembako dan PKH. Ia pun berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan dan Pos Indonesia terus meningkatkan performa teknologi geotagging, khususnya akurasi dan menyematkan artificial intelligent (AI).
"Jadi ke depannya harapan kami dari pihak kelurahan, semoga lebih ditingkatkan lagi kerja sama ini untuk geotagging juga. Mungkin bisa diperbantukan dari pihak kelurahan untuk membantu pemetaan dari geotagging alamat KPM tersebut rumahnya. Jadi di sana akan lebih real lagi penerima manfaat ini. Jadi sudah masuk aplikasi, kelihatan rumah, layak tidaknya akan terbaca," tutur Wayan.
Baca Juga:Yadi Sembako Sampai Diinfus Usai Dilaporkan Kasus Dugaan Penipuan Rp 198 Juta
Komitmen Petugas Kantorpos Distribusikan Bansos
Dalam menyalurkan bantuan, Pos Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Terutama saat menyalurkan bantuan melalui metode door to door.
Petugas Juru Antar Kantorpos Denpasar, Krismanda, mengaku tantangan utama yang dihadapi adalah terkait kondisi jalan menuju rumah KPM. Ia mengaku pernah melewati jalan-jalan kecil sehingga kesulitan saat mengendarai motor.
"Suka dukanya mungkin untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. Di mana kita biasanya harus melewati persawahan, di mana jalannya kecil. Mungkin itu yang menjadi kesulitannya. Apalagi kita sebagai perempuan mungkin kalau mengendarai motor tidak seprofesional yang laki-laki," kata Krismanda.
Namun, situasi tersebut tak membuat semangat Krismanda luntur. Ia justru senang menjalani pekerjaannya, apalagi bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:Jadi Tumbal Kasus Penipuan, Yadi Sembako Ogah Kerjasama Lagi bareng Gus Anom
"Yang membuat saya bangga adalah di mana saya bisa membantu teman-teman semuanya yang membutuhkan dari bantuan sosial tersebut, terlebih untuk penerima YAPI, bantuan untuk disabilitas yang benar-benar membutuhkan dari batuan tersebut," ujarnya.