Makna Upacara Melasti Sebelum Nyepi Bagi Umat Hindu

Terdapat beberapa tujuan yang menjadi dasar makna upacara Melasti.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 15 Maret 2023 | 17:00 WIB
Makna Upacara Melasti Sebelum Nyepi Bagi Umat Hindu
Upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali, Jumat (24/3).

SuaraBali.id - Upacara Melasti menjadi rangkaian ritual wajib yang dilakukan umat Hindu tiap tahun menjelang Nyepi.

Upacara Melasti biasanya dilakukan di pantai dimana umat Hindu datang bersama-sama dan menghaturkan sesaji.

Ada makna dari upacara Melasti yang dilakukan ini, dikutip dari situs resmi Kabupaten Buleleng, berikut penjelasan makna upacara Melasti sebelum Nyepi.

Makna Upacara Melasti

Baca Juga:Kumpulan Ucapan Selamat Hari Suci Nyepi 2023 Dengan Makna yang Bijak

Terdapat beberapa tujuan yang menjadi dasar makna upacara Melasti.

Hal ini tertulis pada sebuah Lontar Sunarigama dan Sanghyang Aji Swamandala yang dirumskan dalam bahasa Jawa Kuno, yang berbunyi, ‘Melasti ngorania ngiring prewatek dewata angayutaken laraning jagat, papa klesa, letuhing bhuwana’.

Dari lontar tersebut, tujuannya adalah sebagai berikut.

1. Ngiring prewatek dewata, mengacu pada upacara yang didahului dengan pemujaan pada Sang Hyang Widhi dan segala manifestasinya.

Agar semua upacara dapat berjalan sesuai dengan tuntunan dari sang Dewata, sehingga semua lancar dan tidak muncul hambatan dalam bentuk apapun.

Baca Juga:Kepala Dusun Sampai Staf Kantor Camat Perantara Pembuatan KTP WNA Jadi Tersangka

Melasti juga dilaksanakan dengan menyajikan sesaji berupa canang (berbentuk rangkaian bunga di dalam tempat janur) dan dupa, sebagai persembahan pada Ida Bhatara yang hadir pada upacara ini.

2. Angayutaken laraning jagat, yang berarti menghanyutkan penderitaan masyarakat.

Tujuan berikutnya adalah untuk membuat umat Hindu melenyapkan penyakit sosial dan penyakit di dalam pikiran, hingga wabah penyakit yang menimpa masyarakat luas.

3. Papa kelesa, berarti Melasti memiliki tujuan untuk menuntun umat Hindu utnuk menghilangkan kepapaannya secara individual.

Sedikitnya ada lima sifat yang membuat seseorang menjadi papa, yakni kegelapan atau mabuk yang disebut awidya, kemudian egois yang disebut dengan asmita, mengumbar hawa nafsu yang disebut dengan raga, sifat pemarah atau pendendam yang disebut dengan dwesa, dan rasa takut tanpa sebab yang disebut dengan adhiniwesa.

4. Letuhing buwana, artinya alam yang kotor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini