17 Tahun Jualan Bendera Piala Dunia di Bali, Pak Jebrag Merasa Sekarang Ada yang Beda

Jika pada turnamen-turnamen sebelumnya ia mampu meraup hingga Rp 1 juta dalam sehari, kini ia hanya mampu mendapat Rp300 ribu.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 23 November 2022 | 16:15 WIB
17 Tahun Jualan Bendera Piala Dunia di Bali, Pak Jebrag Merasa Sekarang Ada yang Beda
Pak Jebrag saat menjajakan bendera Piala Dunia di kawasan Renon, Denpasar, Bali. [Suara.com/ Putu Yonata Udawananda]

Meski begitu, saat ini ia tidak kapok untuk berjualan bendera di Bali. Setelah hampir 17 tahun berjualan di Bali, ia sudah mengenal banyak orang untuk bekerjasama dan menurutnya Bali juga tempat yang lebih aman untuk berjualan.

Setelah berjualan bendera piala dunia selama sejak Oktober, pria yang kesehariannya bekerja sebagai penjual pakaian itu berencana kembali ke Bandung pada pertengahan Desember.

Namun, ia sudah merencanakan agar pada tahun berikutnya ia akan berjualan di Bali mengingat tahun 2023 nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. 

“Insyallah kalau masih diberi umur, tahun depan saya jualan lagi, kan ada (Piala Dunia) U-20 itu. Nanti 2024 juga ada Euro, jadi semoga masih diberi kesehatan,” pungkasnya.

Baca Juga:Akun Ini Hina Niluh Djelantik Kudis Kurap Dan Singgung Nama Anies Baswedan

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak