Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai

Sementara itu untuk berobat di poliklinik di RSUP Prof. Ngoerah, pasien harus memiliki surat rujukan terlebih dahulu.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:42 WIB
Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai
Gagal Ginjal Akut pada Anak (Getty Images)

“Gagal ginjal anak sedang diteliti oleh dokter-dokter RSCM. Sudah ada hasilnya tapi harus menunggu kesimpulan sebelum kita rilis ke publik,” ujar Budi pada Rabu (12/10/2022).

Ada Kesamaan

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali I Gusti Ngurah Sanjaya Putra mengatakan, terdapat satu kesamaan dari sebagian besar kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak, khususnya yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah.

Menurutnya banyak kasus gagal ginjal yang memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain.

Baca Juga:Pasutri di Buleleng Tewas Tertabrak Truk BBM Dengan Kondisi Mengenaskan

Kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang ratusan anak di Indonesia secara mendadak ini ditekankan Sanjaya merupakan sebuah penyakit yang berbahaya. Oleh sebab itu perlu kewaspadaan dan deteksi sedini mungkin.

"AKI angka kematiannya cukup tinggi, makanya perlu waspada mendeteksi sedini mungkin. Kalau ada gejala infeksi saluran cerna dan tidak kencing harus segera diperiksa, karena akan berdampak berat kalau harus cuci darah sampai terminal berat bisa meninggal," ujar Sanjaya, Jumat (15/10/2022).

"Dari 17 orang yang ditangani, ini sementara dari banyak kasus memiliki keterkaitan satu sama lain, tapi belum dianggap sebagai penyebab. Karena ada MISC (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children), banyak juga kasus yang sama di luar," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang ada, sebagian besar anak penderita Acute Kidney Injury (AKI) misterius itu memiliki hasil tes antibodi positif, sehingga ada kemungkinan sebelumnya pasien pernah tertular COVID-19.

"Tes antibodinya positif, itu menandakan terbentuk antibodi alamiah, menandakan pernah menderita COVID-19 yang tidak diketahui orang tuanya, dan ini yang banyak kasusnya," ujar dokter RSUP Prof Ngoerah itu.

Baca Juga:Annie Yang Minta Maaf Mundur dari SUCI X Karena Kecelakaan di Bali

Dari 17 pasien yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah sejak Agustus 2022, enam diantaranya mengalami perburukan yang cepat, sehingga tak menjalani tes, sementara sisanya memiliki antibodi positif.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak