Selama perjalanan singkatnya desainer perempuan itu menjadi terbuka dan melihat segala hal yang dijumpainya, seperti simbol, tekstur dan warna. Ia mengambil potongan-potongan tersebut untuk menjadi sebuah karya dengan makna filosofis di dalamnya.
"Ide di balik proyek ini adalah untuk mengembangkan hasilnya menjadi desain produk yang akan mencerminkan kolaborasi antara saya dan perajin. Pengalaman ini akan dipresentasikan tahun depan pada Paris Design Week," kata Marta.
Selama tinggal di Bali, seniman luar negeri ini mengaku bahagia lantaran Pulau Dewata memiliki kota/kabupaten yang masih kental dengan seni budaya dan warganya yang ramah.
"Di sini rasanya otentik dan sangat membumi, tempat yang sederhana tetapi bagus. Keramahan yang luar biasa, rasa tradisi yang sangat kuat, penghormatan terhadap agama dan kepercayaan yang sangat toleran," ujar Marta. (Antara)
Baca Juga:Tekuk Persebaya, PSM Makassar Kejar Pemuncak Klasemen, Salip Bali United dan Madura United?