Situasi Laut China Selatan Jadi Bahasan Khusus di Bali, Aktivitas illegal Sering Ditemui

Menurutnya perairan di perbatasan Indonesia seperti halnya Selat Malaka, Selat Singapura, dan Laut Sulu, perlu mendapat perhatian khusus.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:44 WIB
Situasi Laut China Selatan Jadi Bahasan Khusus di Bali, Aktivitas illegal Sering Ditemui
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono memimpin langsung pasukan laut dari atas kendaraan tempur (Ranpur) amfibi jenis LVT-7A1 dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022 di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kamis (4/8/2022). [ANTARA/HO-Dispenal]

Pada ANCM ke-16 2022, TNI AL mewakili Indonesia sebagai tuan rumah. Yudo mengatakan hampir seluruh kepala staf angkatan laut di Asia Tenggara mengikuti pertemuan secara langsung di Bali, kecuali kepala AL Kamboja berhalangan hadir karena sakit.

"Kemudian, dari Laos, karena memang tidak ada angkatan lautnya, jadi yang hadir kepala staf umumnya," katanya.

Dia menilai ANCM ke-16 yang digelar secara tatap muka memungkinkan para kepala staf AL berkomunikasi lebih intens dan tidak hanya membahas sejumlah agenda terprogram.

"Kami bisa berinteraksi langsung dengan mereka, bukan yang sudah terprogram saja; sehingga hubungan antarpersonel lebih dekat apabila langsung bertemu," ujar Yudo Margono. (ANTARA)

Baca Juga:Penyebab Ledakan Tabung Kompor Mayat untuk Ngaben di Gianyar Terungkap

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak