"Sebelum viral udah ada yang ambil, katanya paku terbuat dari kuningan dan kayu yang masih bagus ada yang ambil,” lanjutnya.
Informasi yang diterimanya dari dari para orang tua dan tokoh masyarakat, kemungkinan bongkahan kapal yang sempat viral ini peninggalan Belanda atau kapal China yang tenggelam di wilayah itu.
Namun ia tidak ingin berspekulasi terlalu jauh, sebab bukan kapasitasnya untuk menjelaskan.
"Itu menurut cerita dari orangtua kami", katanya.
Baca Juga:Serpihan Kayu Diduga Kapal Belanda Ratusan Tahun Muncul di Lombok Timur, Warga Geger
Menurut Asri, rongsokan kapal tersebut bisa dijadikan situs sejarah dan cagar budaya daerah setempat.
Namun perlunya ada pihak berwenang untuk mengidentifikasi dan memberikan keterangan.
"Kalau kami yang mau teliti enggak punya alat dan enggak berwenang, sekarang alam yang menunjukkan", katanya.
Salah satu pengunjung dari Desa Poh Gading, Inak Hera mengatakan informasi yang didengar dari masyarakat ditemukan berupa konde dan piring yang terbuat dari kuningan.
"Saya dengar katanya ada yang dapat", ujarnya.
Baca Juga:Petaka di Jurang Pusuk Sembalun Tewaskan 3 Orang, Polisi Minta Pagar ke Pemerintah
Senada dengan itu, Amaq Tiara juga mendengar kabar adanya pengunjung yang mendapatkan barang antik. Dalam bongkahan kayu juga bertuliskan 1982.