facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Kasus Pelecehan Seksual, Orangtua Diminta Tarik Anaknya Dari Pesantren Shiddiqiyyah

Eviera Paramita Sandi | Muhammad Yasir Kamis, 07 Juli 2022 | 14:26 WIB

Ada Kasus Pelecehan Seksual, Orangtua Diminta Tarik Anaknya Dari Pesantren Shiddiqiyyah
Polisi berjaga di sekitar Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022). Pengaman dikerahkan terkait dengan penjemputan paksa tersangka asusila yang juga anak kiai di pesantren. ANTARA/Asmaul

Agus juga memandang bahwa Kemenag bisa mengambil tindakan berupa pencabutan izin.

SuaraBali.id - Orangtua santri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur disarankan agar menarik anaknya dari Ponpes tersebut.

Hal ini disarankan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyusul adanya dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh Moch Subchi Al Tsani alias MSAT, putra dari pimpinan Ponpes Shiddiqiyyah terhadap santri.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah tersebut misal semua orang tua murid yang ada di Ponpes tersebut menarik semua putra-putrinya untuk pindah ke Ponpes yang lebih aman dari kemungkinan menjadi korban kekerasan seksual," kata Agus kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

Agus juga memandang bahwa Kemenag bisa mengambil tindakan berupa pencabutan izin.

"Kementerian Agama memberi sanksi pembekuan izin Ponpes dan lain-lain," katanya.

Agus mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menangkap MSAT yang statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun upaya penangkapan dengan cara persuasif tidak membuahkan hasil karena dihalangi oleh pendukungnya.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah tersebut," ujarnya.

Dua Anggota Polisi Terluka

Dalam upaya penangkapan terhadap MSAT, personel gabungan Polres Jombang dan Polda Jawa Timur hari ini kembali melakukan upaya penangkapan. Namun kedatangan mereka justru diadang oleh puluhan santri.

Komentar

Berita Terkait