Pun untuk masakan Padang sendiri akan sangat sulit mengakalinya karena tentu akan berpengaruh pada rasa.
"Kalau dikurangi, di bumbu juga pasti akan terasa. Sekarang yang penting dapet aja. Soalnya kalo naikin harga, aduh lagi begini kondisinya, susah. Momennya nggak tepat," ujarnya.
Bagi Hasan, hal ini merupakan salah satu risiko dari pengusaha. Di mana pasti suatu saat harga akan naik, pun juga akan turun nantinya.
"Kalau Padang bumbu beda itu susah. Tinggi juga mau ngga mau tetap dibeli. Namanya kayak begituan mah udah faktor bisnis. Pusing mah ya ada cuman ya Alhamdulillah aja ada aja," kata Hasan.
Baca Juga:Cabai di Bali Mahal Tapi Petani Di Denpasar Tak Bahagia, Bingung Harga di Pasar Tinggi
Di sisi lain, seorang ibu rumah tangga Ni Nyoman Sariasih (38) juga mengaku pusing dengan kenaikan harga cabai tersebut.
Ia bahkan mengaku untuk menyiasati mahalnya cabai, selain mengurangi jumlah pembelian dirinya juga memilih untuk memasak masakan yang tidak menggunakan cabai
"Ya masak yang tidak pakai cabai, belinya juga sesuai kebutuhan aja” terang Sariasih.
Ia pun juga berharap, harga komoditi pangan di pasaran bisa kembali normal.
“Kita sih rakyat kecil berharap harga turun ya,” singkat dia.
Baca Juga:Viral, Pria Mirip YouTuber Reza Arap Tengah Duduk di Depan Toko Bikini Seminyak
Kontributor: Ragil Armando