SuaraBali.id - Seorang gadis DAT (18) asal Kediri, Tabanan yang sebelumnya disebut mengalami penculikan dan percobaan pemerkosaan akhirnya sudah diungkap polisi. Polisi menduga bahwa kasus yang sempat menghebohkan publik ini adalah rekayasa.
Polisi juga menemukan fakta baru bahwa mertua korban diduga kuat terlibat dalam kasus rekayasa tersebut.
“Karena takut ketahuan pulang dini hari oleh suaminya, korban minta bantuan pada mertuanya. Disuruh mengikat diri agar tampak seperti korban penculikan,” kata Kapolres Tabanan AKBP Renefli Dian Candra, Rabu (4/5/2022) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Menurut polisi korban pergi bersama teman prianya hingga dini hari. Sedangkan nama terduga penculikan yang berinisial GA (28) malah tidak tahu menahu dengan kasus tersebut.
Baca Juga:Polda Bali Ambil Alih Penanganan Bule Telanjang di Pohon Kayu Putih Meski Sudah Minta Maaf
“Korban pergi dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook,” ujarnya.
Namun AKBP Ranefli menyebutkan, pihaknya tidak akan melakukan penahanan pada korban meski memberikan keterangan palsu. Hal ini didasarkan pada usia korban yang masih dibawah umur.
“Pada saat pemeriksaan korban juga selalu didampingi psikolog dan orang dari LBH,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang sempat meninjau kasus ini di Mapolres Tabanan menyebutkan berharap agar kasus ini bisa terungkap ke publik secara terang-benderang.
“Karena yang viral di medsos, kan baru ceritanya saja,” ujarnya.
Baca Juga:Denise Chariesta Tuding Medina Zein Orang yang Tega, Unggah Bukti Transfer yang Disebut Editan