Cerita Tentang Ramadhan di Pulau Seribu Pura, Menjadi Minoritas Tak Selalu Sulit Dan Sepi

Di Bali contohnya, bulan Ramadhan di Pulau Dewata ini selalu menjadi momen kebersamaan. Baik sesama umat muslim dan umat yang berbeda agama.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 27 April 2022 | 08:00 WIB
Cerita Tentang Ramadhan di Pulau Seribu Pura, Menjadi Minoritas Tak Selalu Sulit Dan Sepi
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali berjabat tangan dengan umat Muslim yang selesai melakukan salat Isya berjamaah di Masjid Agung Asasuttaqwa, saat melakukan patroli malam di Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (7/3/2019). [ANTARA FOTO / Fikri Yusuf]

SuaraBali.id - Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan di wilayah yang mayoritas mempunyai agama berbeda sangatlah indah. Menjadi minoritas tidaklah selalu sulit dan sepi.

Di Bali contohnya, bulan Ramadhan di Pulau Dewata ini selalu menjadi momen kebersamaan. Baik sesama umat muslim dan umat yang berbeda agama.

Sejak ulu Bali dikenal selalu ramah kepada umat beragama apapun. Seperti di awal bulan Ramadhan, saudara-saudara non-Muslim atau pemeluk Hindu di Bali sudah memberikan sapaan yang indah:

"Selamat menunaikan ibadah puasa, Pak, semoga lancar, sehat selalu, sampai Lebaran tiba".

Baca Juga:Megaproyek Senilai Rp 34 Triliun Akan Dibangun di Gianyar, Masyarakat Diminta Bersiap

Sedangkan saat menjelang buka puasa yang hampir bersamaan dengan kebiasaan saudara-saudara Hindu di Bali yang melakukan "mantra puja Trisandhya" dengan pengeras suara pada pagi, siang, dan malam.

Menjelang buka puasa, justru mantra puja Trisandhya pukul 18.00 Wita, ternyata terlalu terdengar. Hal itu karena saudara-saudara Hindu itu menghargai azan maghrib sebagai penanda berbuka puasa.

Bahkan, saat tiba waktu berbuka puasa pun banyak teman yang mengucapkan:

 "Selamat buka puasa ya, Pak". Sapaan yang bukan hanya menyenangkan, tapi menyiratkan rasa persaudaraan dalam perbedaan.

Tidak hanya sampai di situ, ketika Shalat Tarawih. Di beberapa masjid, musholla, tak jarang terlihat pecalang (keamanan adat Bali) non-Muslim membantu menertibkan parkir, mengatur lalu lintas, menjaga keamanan kendaraan.

Baca Juga:Penebasan di Padangsambian, Pria Asal Jambi Dibacok Membabi Buta Diduga Karena Pelaku Balas Dendam

"Bu, nanti ibadah (maksudnya, Shalat Tarawih) jam berapa ya? Nanti, saya bantu menjaga kendaraan saudara-saudara yang ibadah (shalat)," kata seorang tetangga non-Muslim yang juga pecalang di banjar/desa.

Secara manusiawi, penghargaan saudara-saudara non-Muslim yang penuh toleransi itu sangat menyentuh hati. Cara menghargai orang berpuasa yang sangat indah bagi kaum minoritas.

Pengalaman toleransi yang lebih indah dikisahkan Ketua LTN NU Kabupaten Badung, Bali, Wandy Abdullah, dalam laman www.aswajadewata.com (12/4/2022), saat ia berinteraksi dengan teman-teman pemeluk Hindu.

Ia menceritakan pengalamannya yang bekerja pada sebuah instansi yang setiap hari berinteraksi dan bersosial dengan saudara-saudara Hindu yang berlangsung kurang lebih 4 tahun di Bali.

"Suatu ketika saya diajak acara penyucian diri (melukat), porsi saya ikut itu tidak untuk mengikuti ritualnya, tapi untuk mendokumentasi dan untuk kekompakan," katanya.

Namun, tiba-tiba jam berubah dari rencana diawal, kala itu, direncanakan menuju lokasi pukul 18.30. Ia pun gelisah, karena waktu itu (18.30) bersamaan dengan waktu Shalat Maghrib juga, sedangkan perjalanan kurang lebih 1-2 jam ke lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini