SuaraBali.id - Ratusan kendaraan diketahui meninggalkan Pulau Bali melalui pelabuhan Gilimanuk menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/3/2022) pukul 00.00 WIB.
Seperti diketahui, dua pelabuhan itu ditutup selama perayaan Hari Raya Nyepi.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Banyuwangi, Suharto, menjelaskan penutupan pelabuhan dimulai pada hari Kamis dan dibuka kembali pada Jumat setelahnya. Total memakan waktu sekitar 29 jam.
"Pelayanan Pelabuhan Ketapang ditutup pada Kamis 3 Maret 2022 pukul 00.00 WIB dan dibuka Jumat 4 Maret 2022 pukul 05.00 WIB," kata Suharto dikutip dari Timesindonesia.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Baca Juga:Suasana Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Bali
Dari data yang dihimpun, puncak arus mudik dari Bali menuju pulau Jawa didominasi oleh kendaraan roda dua.
Berdasarkan data dari ASDP Ketapang, per tanggal 2 Maret atau sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi, tiket penjualan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, terjual sekitar 79 tiket pejalan kaki, 178 unit kendaraan roda dua, 177 unit mobil sedan, 44 unit mobil pikap, 10 unit bus, dan 220 Unit truk.
Pada siang sebelumnya, penyebrangan terpantau masih normal. Kepadatan mulai terjadi sejak pelayaran kapal pada pukul 21.00 WIB.
"Karena di Bali Nyepi dan libur panjang, jadi gak ada kerjaan. Pulang saja lah ke rumah," kata Eka, warga Banyuwangi yang mudik dari Bali
Eka mengaku pernah menghabiskan waktu liburan Nyepi di Bali. Menurut pengakuannya, semua fasilitas publik tutup. toko, warung dan market modern, bahkan ATM pun tidak berfungsi.
Baca Juga:7 Artis Ini Memperingati Nyepi, dari Happy Salma dan Ade Rai
"Tidak bisa berbuat apapun di sana selain benar-benar berdiam diri di rumah atau hotel. Jadi ya mending pulang saja," ungkap Eka.