Made Mangku Pastika Diduga Sindir Program Simantri Tak Maksimal di Era Gubernur Bali Kini

"Masalahnya, selama ini orang Bali itu tidak mau sungguh-sungguh."

Denada S Putri
Minggu, 26 Desember 2021 | 22:03 WIB
Made Mangku Pastika Diduga Sindir Program Simantri Tak Maksimal di Era Gubernur Bali Kini
Made Mangku Pastika saat ikut menaburkan pakan ikan ke kolam bioflok untuk pemeliharaan lele di Agro Learning Center di Denpasar. [ANTARA]

SuaraBali.id - Anggota Dewan Perwakilan Daerah )DPD) Made Mangku Pastika mendorong para petani di Provinsi Bali dapat lebih menekuni profesinya untuk bertani jika ingin menjadi sukses dan sejahtera.

"Masalahnya, selama ini orang Bali itu tidak mau sungguh-sungguh menjadi petani," katanya melansir dari ANTARA, Minggu (26/12/2021).

Mantan Gubernur Bali tersebut menyayangkan seringkali generasi muda Bali tertarik kuliah di fakultas pertanian, karena berharap setelah lulus kuliah bisa menjadi PNS dan bukannya benar-benar terjun ke sawah.

"Atau malah maunya jadi kadis pertanian, padahal posisi kadis itu 'kan hanya satu orang," selorohnya.

Baca Juga:Ketua Hipmi Berharap KTT G20 Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Pariwisata Bali

Anggota Komite 2 DPD itu pun kembali menyinggung program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang digagasnya saat masih menjabat Gubernur Bali sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, paling sedikit dua kali lipat.

Program Simantri yang diluncurkan pertama kali pada 2009 hingga 2018 sudah terbentuk sebanyak 800 unit Simantri yang pendanaannya dibantu oleh Pemprov Bali.

Dia mengemukakan, untuk setiap sapi dari 20 ekor sapi yang dipelihara di unit Simantri setidaknya per hari dapat memberikan nilai tambah Rp50 ribu dari hasil pengolahan kotoran dan urine sapi menjadi pupuk organik dan biourine.

"Satu ekor sapi, untuk kotorannya bisa dihasilkan hingga tiga kilogram pupuk per hari dan satu liter urine dapat dihasilkan empat liter biourine," ucap mantan Kapolda Bali itu.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga berbincang-bincang terkait prospek budi daya lele dengan Nyoman Baskara selaku penggagas Agro Learning Center dan salah satu petani dari Peguyangan Kaja, Kota Denpasar.

Baca Juga:Kunjungi Gereja, Bupati Pantau Pelaksanaan Ibadah Natal di Tabanan

Baskara menyampaikan di lahan seluas sekitar 30 are tersebut, selain ditanami berbagai jenis tanaman sayur dan buah-buahan, juga dilengkapi dengan kolam budidaya lele dan nila.

Sementara itu, Wagan Sugasta, peternak lele dari Peguyangan Kaja mengatakan telah 13 tahun menekuni budi daya lele.

Sugasta dapat memproduksi benih lele di kisaran 150 ribu-200 ribu ekor setiap bulannya dengan harga satu ekor benih dari Rp150-Rp300 yang dijual untuk wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Karangasem dan Tabanan.

Selain itu, produksi lele yang untuk konsumsi, setiap bulannya dapat diproduksi hingga 1,5 ton. Namun, dalam enam bulan terakhir permintaan berkurang sehingga rata-rata produksi diturunkan menjadi 700 kilogram.

"Untuk lele yang ukurannya besar atau melebihi ukuran untuk dijual sebagai lalapan, dijual dalam bentuk lele bumbu sehingga lele dengan berbagai ukuran tetap laku. Harga perkilogramnya itu di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500," katanya.

Pastika dalam kunjungannya ke ALC itu juga berkesempatan menebar lele dan nila serta memberikan pakan ikan ke kolam yang tersedia dan memberikan bingkisan bahan pokok kepada mahasiswa dan perwakilan UMKM binaan Agro Learning Center itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini