alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Abrasi Parah di Buleleng, Putu Tirta Pasrah Tiap Tahun Rumahnya Diterjang Ombak

Eviera Paramita Sandi Rabu, 08 Desember 2021 | 16:57 WIB

Abrasi Parah di Buleleng, Putu Tirta Pasrah Tiap Tahun Rumahnya Diterjang Ombak
Rumah di pesisir Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, yang rusak akibat abrasi. [Foto : Suara.com / Ahmad].

Gusti Susiantini menuturkan, saat kejadian itu dia sedang tidur bersama bayinya. Tiba-tiba tembok rumah semi permanen yang dia tinggali retak.

SuaraBali.id - Nasib malang dialami Gusti Ayu Putu Susiantini, 33, warga Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali. Gusti Suastini bersama anak ketiganya yang masih berumur satu bulan, nyaris terluka setelah tertimpa runtuhan tembok kamarnya yang jebol akibat diterjang ombak besar, pada Selasa (7/12/2021) dinihari lalu.

Beruntung berkat kesigapannya, dia bersama bayinya itu berhasil selamat.

Gusti Susiantini menuturkan, saat kejadian itu dia sedang tidur bersama bayinya. Tiba-tiba tembok rumah semi permanen yang dia tinggali retak dan mulai runtuh akibat diterjang ombak.

Beberapa puing tembok berukuran kecil sempat jatuh menimpa kepalanya. Gusti Susiantini kemudian bergegas menggendong bayinya keluar dari rumah.

Baca Juga: Kapal Misterius Bertuliskan Sinar Bahari Terombang-ambing di Perairan Bali

"Air laut memang saat itu pasang. Naik  sampai ke rumah saya. Pondasinya kemudian tergerus sampai jebol sehingga berdampak pada tembok rumah yang retak," tutur Gusti Susiantini saat ditemui di kediamannya, pada Rabu (8/12/2021).

Gusti Susiantini mengaku sangat was-was pasca kejadian itu. Mengingat sebagian pondasi rumah semi permanen yang ada tepat dipinggir pantai itu juga sudah mulai jebol.

Dikhawatirkan, kerusakan terjadi lebih parah. Namun dia bersama keluarganya tidak bisa mengungsi, lantaran wanita asal Tabanan itu tidak memiliki keluarga di Buleleng.

Abrasi yang terjadi di pesisir pantai Desa Kalibukbuk juga menggerus tembok dapur rumah milik Putu Tirta, 60. Ombak besar menghantam tanggul dan merusak rumah miliknya.

Akibat kejadian ini, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan itu juga mengalami kerugian sekitar Rp 1 juta.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia Termasuk NTB

Menurut Tirta, peristiwa ini sudah sering terjadi setiap tahun. Namun kerusakan terparah baru kali ini terjadi. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait