alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Komentari Petisi Pelaku Pariwisata, Gubernur Bali : Saya Ini Sangat Serius Bekerja

Eviera Paramita Sandi Rabu, 24 November 2021 | 09:37 WIB

Komentari Petisi Pelaku Pariwisata, Gubernur Bali : Saya Ini Sangat Serius Bekerja
Gubernur Bali I Wayan Koster saat memberikan keterangan kepada awak media di Jayasabha Denpasar, Selasa (22/12/2020) (Antaranews/Rhisma)

Koster pun meminta agar para anggota dewan sama-sama memberi penyadaran dan pemahaman bagi para pelaku pariwisata agar bersabar.

SuaraBali.id - Aksi pelaku pariwisata yang membuat petisi kepada Presiden RI Joko Widodo rupanya direspons oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Koster pun meminta agar para anggota dewan sama-sama memberi penyadaran dan pemahaman bagi para pelaku pariwisata agar bersabar.

Selain itu hal tersebut dinilai tidak menyelesaikan masalah dan malah kontraproduktif karena menurutnya dirinya bekerja sangat serius dalam pemulihan pandemi.

Seperti diketahui Jokowi mendapat surat petisi dari Forum Bali Bangkit (FBB) yang merupakan petinggi dari 34 perkumpulan pelaku pariwisata Bali. Surat petisi ini disampaikan pada Jumat (19/11/2021).

Isinya mereka meminta agar ada perubahan syarat masuk Bali bagi wisatawan mancanegara termasuk soal syarat PCR dan karantina. Koster pun mengomentari hal ini dan meminta agar para pelaku pariwisata tak membuat petisi.

Baca Juga: Buka Acara Seminar, Cok Ace Sebut Bali Sudah Dalam Zona Risiko Rendah Covid-19

“Para pelaku pariwisata, agar bersabar sedikit. Jangan, ada petisi segala macam karena itu kontraproduktif, tidak menyelesaikan masalah. Saya ini bekerja, sangat serius bekerja, untuk menangani pandemi agar pemulihan secepat mungkin," kata politisi PDIP itu saat Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Senin (22/11/2021).

Ia memaparkan bahwa pemerintah sudah membuka pintu pariwisata internasional ke Bali sejak 14 Oktober 2021 yang lalu, wisatawan dari 19 negara untuk masuk bahkan akan menambah daftar negara lagi. Akan tetapi kasus di luar negeri justru naik.

Hal inilah yang menurutnya, menyebabkan wisman tak kunjung datang.

“Kita buka, di sananya tutup, kan enggak datang juga. Jadi, bukannya pemerintah kita yang salah, bukan kita (Pemerintah) Provinsi yang salah,” ujarnya.

Menurutnya walau didesak, kebijakan di masing-masing negara tidak bisa dipaksakan. Ia pun meminta agar memberikan pemahaman dan penyadaran kepada semua pelaku pariwisata.

Baca Juga: Ketua LPD Di Bali Jadi Tersangka Karena Dugaan Korupsi Rp 137 Miliar

Koster berkata bahwa pemerintah juga ingin pariwisata hidup kembali setelah terpuruk karena pandemi Covid-19. Oleh karena itu pula, sambungnya, sudah ada pula perhatian-perhatian lebih dari pemerintah pusat ke Bali.

"Pemerintah Pusat juga telah memberikan perhatian luar biasa kepada kita di Provinsi Bali, apa yang tidak diberikan, semua diberikan yang kita minta, semua diberikan. Tapi, situasi memang belum memungkinkan untuk kita lakukan seperti harapan dari para pelaku pariwisata," ujarnya.

Ia pun kembali untuk para pelaku pariwisata bersabar, dan menata perlahan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait