Biasanya untuk menghindari pasien terkontaminasi dengan lingkungan lain, dan hal-hal yang tak inginkan terjadi atau kaburnya pasien, maka kapal Tidar pada malam hari melakukan lego jangkar di tengah laut.
"Astungkara (puji syukur Tuhan).... kemarin saya bersama rekan-rekan seprofesi wartawan, dan dari staf KONI Bali sempat 'berlayar' di kapal ini. Begitu di tes Swab hasilnya negatif, sehingga kami bisa turun kapal," ujar Dewa Krisna seorang wartawan dari Bali.
Dewa Krisna menuturkan, awalnya saat dinyatakan positif COVID-19 pada 15 Oktober malam atau rencana sehari sebelum bertolak ke Pulau Dewata sempat kaget dan syok. Karena selain memikirkan keluarga juga tempatnya jauh di seberang pulau.
Namun berkat layanan para medis dan dukungan dari tim Kontingen Bali, semuanya kita bisa kembali dengan selamat dan sehat ke Pulau Dewata. (ANTARA)