Kapal KM Tidar khusus didatangkan dari pangkalan Jakarta tersebut, memang dirancang untuk melayani pasien terpapar COVID-19. Dengan tujuan ajang olahraga nasional itu tak sampai terganggu ketika ada peserta yang dinyatakan positif, karena kapal inilah nantinya yang akan menampung penderita COVID-19.
Di kapal tersebut juga sudah siaga melayani "penumpang COVID-19" dengan perlengkapan medis dan paramedis yang siaga 24 jam. Termasuk juga Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 juga siaga di daratan untuk menjemput pasien tersebut dengan armada ambulan.
Dokter Devi menuturkan selama berlangsungnya PON, pasien yang masuk mencapai ratusan orang. Mereka sebagian yang terpapar adalah status orang tanpa gejala (OTG).
Perlakukan medis sebelum masuk ke dalam KM Tidar, pasien akan dicek terlebih dahulu tensi darahnya, suhu tubuh, dan kadar oksigen dengan alat oximeter. Setelah itu diberikan sejumlah tablet vitamin dan obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka supaya cepat sembuh.
Pasien yang masuk ke kapal Tidar ini ada yang sampai menjalani isolasi hingga 14 hari, karena ketika dilakukan tes Swab PCR hasilnya masih positif. Jika pasien seperti ini, maka tak diperbolehkan dulu turun kapal alias pulang.
Tapi ada juga pasien baru semalam di KM Tidar, esok harinya dilakukan Swab PCR hasilnya negatif, maka pasien tersebut diperbolehkan turun kapal dan dibekali surat keterangan bebas COVID-19 dari pihak dokter yang bertanggung jawab di kapal tersebut.
Cemas di Kapal Tidar
Awalnya ada perasaan cemas dan khawatir, karena sejak dijemput di hotel sebagai tempat menginap selama aktivitas PON perasaan menjadi ketakutan, karena isoter itu berada di kapal laut. Saat tertentu akan ditambatkan atau lego jangkar di tengah laut jika situasi pasien dalam kondisi dianggap mengkhawatirkan bagi warga atau peserta PON.
Apalagi saat dijemput Bersama empat pasien dengan ambulan, selepas dari gerbang hotel Grand Allison Sentani, Kabupaten Jayapura laju kendaraan ambulan bergerak cepat dengan raungan sirine tak putus-putusnya. Dengan pengawalan dari Satgas COVID-19 yang menaiki motor untuk memperlancar laju ambulan hingga menepi di dermaga Pelabuhan Jayapura.
Seorang rekan wartawan dalam satu mobil sempat muntah-muntah, pikiran resahnya meningkat, karena ada dugaan ini teman benar-benar positif akut positif COVID-19.