alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keren! Penerbangan Internasional Mulai Dibuka, Bali Kirim 8 Ton Manggis ke China Per Hari

Ronald Seger Prabowo Minggu, 10 Oktober 2021 | 19:59 WIB

Keren! Penerbangan Internasional Mulai Dibuka, Bali Kirim 8 Ton Manggis ke China Per Hari
Ilustrasi buah manggis. Pengiriman buah manggis dari Bali ke China terus meningkat seiring dibukanya kembali penerbangan internasional. [Pixabay/45376668]

Aktivitas ekspor buah segar seperti manggis sudah mulai terjadi pada Minggu terakhir bulan September lalu.

SuaraBali.id - Dibukanya penerbangan internasional di Bandara I Gusti Nugrah Rai mulai berdampak pada berbagai sektor perkonomian.

Salah satunya sektor eks ekspor komoditas pertanian. Tak tanggung-tanggung, salah satu contoh adalah pengiriman buah manggis ke China hingga 8 ton per hari.

Data Iqfast Karantina Denpasar, menyebutkan, aktivitas ekspor buah segar seperti manggis sudah mulai terjadi pada Minggu terakhir bulan September lalu.

"Rata-rata pengiriman manggis 2-3 ton perhari menuju China, bahkan sudah sampai 8 ton sehari," ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar drh. I Putu Terunanegara, diwartakan Kabarnusa.com--jaringan Suara.com, Minggu (10/10/2021)

Baca Juga: Banyak Wisatawan ke Nusa Penida, Penyeberangan di Sanur Membludak

Ditambahkannya, hingga kini ini, permintaan manggis dari Bali ke China, tiap hari rutin ada pengiriman.

Pasar China sangat berminat dengan manggis dari Bali China lantaran memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek serta tampilan luar lebih cantik.

Saat ini, musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali karena itu, pihaknya optimis setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan merangkak naik.

Balai Karantina Pertanian Denpasar terus melakukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani seperti manggis terjaga kualitas dan pasar terus berkelanjutan.

Beberapa penerbangan langsung ke negara tujuan ekspor tentu saja, memberi angin segar bagi ekspor komoditas pertanian khususnya buah segar asal Bali.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Bali Miliki Reputasi Selenggarakan Even Internasional

Sebelumnya, dengan penutupan penerbangan international di Bandara I Gusti Ngurah Rai menyebabkan terhentinya ekspor yang menyebabkan terpuruknya penyerapan hasil produksi petani.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait