alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Pria Asal Jembrana Sukses Berjualan Jamu, Resepnya 'Diboyong' dari Solo

Ronald Seger Prabowo Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:57 WIB

Kisah Pria Asal Jembrana Sukses Berjualan Jamu, Resepnya 'Diboyong' dari Solo
Mewarisi Resep Sukses dengan Berjualan Jamu. [beritabali/ist]

Seiring perkembangan zaman, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal apa itu jamu, dan apa saja jenis jamu bahkan melestarikan jamu.

SuaraBali.id - Jamu sudah menjadi minuman yang dikonsumsi secara turun temurun sejak zaman nenek moyang di Indonesia.

Namun seiring perkembangan zaman, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal apa itu jamu, dan apa saja jenis jamu bahkan melestarikan minuman yang  berasal dari kata jampi dalam bahasa Jawa yang artinya doa dan usaha untuk kesehatan.

Salah satu sosok yang terus melestrasikan produksi jamu adalah Suparno. Pria berusia 53 tahun asal Lingkungan Terusan, Kelurahan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana itu sudah 28 tahun menggeluti jualan jamu keliling.

Uniknya, Suparno berjualan jamu keliling dengan sang istri tercinta, Jumini.

Baca Juga: 73 Sapi di Mukomuko Mati Akibat Penyakit Jembrana

Ia menjelaskan, keliling berjualan secara rutin mulai dari jam 07.00 hingga jam 12.00 WITA tentu bukan kejenuhan tapi malah menyenangi profesi sebagai penjual jamu keliling.

"Jualan jamu tradisional menggunakan ramuan resep Solo dengan bahan alami dari dedaunan, akar, dan umbi-umbian tersaji dengan omzet berjualan Rp 300 ribu - Rp 500 ribu setiap hari. Itu nominal hasil kotor karena nantinya uang hasil jualan harus di putar untuk membeli bahan ramuan jamu," kata Suparno diwartakan Beritabali.com--jaringan Suara.com, Sabtu (9/10/2021).

Usai berjualan kisaran jam 15.00 WITA, istirahat hanya beberapa menit langsung melanjutkan aktivitas menggiling kunyit, sirih, daun bluntas, pinang, dan laos. Dengan menggunakan mesin selip dan memasak menggunakan kompor gas selama 2 jam sampai benar-benar mendidih.

"Setelah dingin maka ramuan jamu tersebut di taruh di waduh botol bekas air mineral dengan jumlah dalam 1 hari jual 50 sampai 60 botol ukuran 1 liter. Intinya dalam mengerjakan sesuatu harus percaya diri dan yakin pasti bisa dan berhasil asal tekun menjalan usaha," tutupnya.

Sukses tak semudah membalikan tangan dari, awal hanya kos, kini bisa memiliki rumah sendiri dan anak pertama lulus kebidanan dan anak kedua masih semester 5 jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) laki-laki.

Baca Juga: 60 Ekor Sapi Warga Agam Mati Mendadak, Diduga Diserang Virus Jembrana

Suparno mengaku bersyukur dalam bekerja seberapapun hasil dengan keuletan dan tekun tentu menghasilkan dan Jangan mudah putus asa pesan itu yang selalu diingat dari orangtuanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait