Studi awal menunjukkan bahwa protein seperti insulin pada daun kelor dapat menurunkan gula darah. Bahan ini bisa membantu tubuh memproses gula dengan lebih baik dan dapat mempengaruhi cara tubuh melepaskan insulin.
3. Kanker
Dalam tes laboratorium, ekstrak daun memperlambat pertumbuhan sel kanker pankreas dan membantu kemoterapi bekerja lebih baik. Studi laboratorium lain menunjukkan bahwa daun kelor, kulit kayu, dan akar, semuanya memiliki efek anti-kanker yang mungkin mengarah pada obat baru.
4. Memori
Baca Juga:Ketahui Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan, Amankah Dikonsumsi Ibu Hamil?
Beberapa ahli mengungkapkan bahwa antioksidan dan bahan kimia lainnya pada tanaman bisa menyembuhkan stres dan peradangan di otak.
Para ilmuwan saat ini juga mendalami lebih lanjut akan manfaat daun kelor untuk membantu beberapa kondisi dan gangguan kesehatan seperti kolesterol, maag, radang sendi, tekanan darah tinggi, kerusakan hati yang disebabkan oleh obat-obatan, asma, kolitis ulseratif, diare, anemia, dan penurunan berat badan.
Sejauh Manakah Daun Kelor Aman Dikonsumsi?
Penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tidak masalah mengonsumsi daun atau polong biji muda kelor, serta ekstrak daun yang terbuat dari bubuk dan air juga aman dikonsumsi.
Namun, memakan kulit kayu atau daging buahnya bisa berbahaya, terutama bagi wanita hamil. Bahan kimia pada kulit kayu dapat membuat rahim berkontraksi dan menyebabkan keguguran. Oleh karenanya, hindari konsumsi daun kelor untuk ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga:Tak Hanya Jadi Perumpamaan, Ini 6 Manfaat Daun Kelor
Untuk memperoleh manfaat daun kelor untuk kesehatan dari bentuk suplemen bubuk, pil, minyak, atau teh, tidak ada dosis standar yang dicantumkan. Untuk lebih amannya, konsultasi dengan dokter masing-masing.