facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditanya Nasib Pembukaan 14 Mall, Begini Jawaban Wagub Bali

Dythia Novianty Minggu, 05 September 2021 | 13:11 WIB

Ditanya Nasib Pembukaan 14 Mall, Begini Jawaban Wagub Bali
Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati meninjau salah satu mall di Bali. [Berita Bali/Istimewa]

Khusus untuk Beachwalk Mall sudah terlihat jelas penyediaan protokol kesehatan sebelum masuk mall.

SuaraBali.id - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku pihaknya belum berani berjanji kapan akan dibukanya kembali 14 mall besar di Bali ini.

Tapi, dirinya terus berupaya agar indikator pendukung menurunnya level 4 di Bali dapat tercapai, dilansir dari Berita Bali, Minggu (5/9/2021).

Dari pengamatannya saat peninjauan kesiapan mall, Wagub Cok Ace mengatakan, khusus untuk Beachwalk Mall sudah terlihat jelas penyediaan protokol kesehatan sebelum masuk mall.

Mulai dari pengecekan suhu tubuh, wastafel untuk mencuci tangan, barcode peduli lindungi sebagai alat validasi pengunjung sudah melakukan vaksinasi yang merupakan salah satu syarat diperbolehkannya masuk ke mall.

Baca Juga: Bali Siapkan Aturan Buka Mal saat Level PPKM Turun

Untuk melindungi pengunjung dan juga penyedia layanan dari penularan Covid-19, wajib diberlakukan transaksi pembayaran menggunakan non-tunai atau QRIS.

Aplikasi pembayaran QRIS ini sudah didukung perbankan di Bali, yakni melalui M-Banking yang bisa di download di telepon seluler, tersedia juga pada pembayaran di aplikasi Gopay, OVO dan DANA.

"Aplikasi nirsentuh (QRIS) ini bisa digunakan untuk mengurangi penularan Covid-19, ke depan kita hanya akan fokus menggunakan handphone pribadi yang ada di genggaman tangan kita saja," kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho.

Dia menambahkan, sentuhan dengan orang lain dan barang dapat dihindari seoptimal mungkin.

Dari target 360 ribu, khusus untuk wilayah Bali terdaftar sebanyak 280 ribu merchandise yang menggunakan QRIS, sehingga Bali menduduki posisi ke-7 dari 34 Provinsi se-Indonesia pengguna QRIS, dalam upaya mewujudkan transaksi nirsentuh.

Selain menghindari Penularan Covid-19 melalui sentuhan, penggunaan QRIS juga dimaksudkan untuk menghindari kembalian rupiah yang diganti dengan permen dan juga menghindari beredarnya uang palsu ditengah masyarakat.

Baca Juga: Sepekan Uji Coba Mall di DIY, Ada Tren Peningkatan Kunjungan

Selain mall besar QRIS juga dapat disiapkan oleh pedagang yang ada di pasar tradisional.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait