alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata Bali: Jogging Track Sudamala Jadi Objek Wisata Desa, Tersedia Kudapan Sehat

RR Ukirsari Manggalani Senin, 02 Agustus 2021 | 21:50 WIB

Wisata Bali: Jogging Track Sudamala Jadi Objek Wisata Desa,  Tersedia Kudapan Sehat
Ilustrasi sawah [Envato Elements].

Dengan lintasan melingkar 2 km dan dikelilingi tanaman petani, kegiatan olah raga makin menyenangkan.

SuaraBali.id - Jalan usaha tani di Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati yang kekinian menjadi jogging track Sudamala semakin diminati. Tidak saja oleh pengunjung lokal kawasan ini, namun warga luar daerah.

Dikutip dari BeritaBali.com, jaringan SuaraBali.id, area jogging satu ini sudah dilengkapi tempat bermain anak-anak. Juga ada dua warung yang melayani makanan sehat maupun minuman segar usai pengunjung berolah raga.

Di masa pandemi, pengunjung rutin datang untuk menjaga imunitas tubuh. Sekali putaran, biasanya yang lari maupun sekadar jalan kaki dipastikan sudah keluar keringat.

Penjabat (Pj) Perbekel Sukawati, I Wayan Asdita Adi mengatakan perkembangan jogging track Sudamala saat ini tidak lepas dari peran Perbekel sebelumnya, I Dewa Gede Dwi Putra yang menggagasnya sejak 2018.

Baca Juga: Wisata Bali: Desa Adat Tuban Memiliki Tiga Versi Asal Penamaan

Jogging track Sudamala [BeritaBali.com].
Jogging track Sudamala [BeritaBali.com].

Awalnya dibuka untuk jalan usaha tani sepanjang sekitar 2 km melingkar. Tujuannya, mempermudah akses petani mengangkut hasil pertanian.

"Setelah dibuka jalan usaha tani, ada masukan masyarakat agar ditata. Hingga akhirnya berjalan seperti sekarang, jalan diperlebar. Semula hanya untuk keperluan petani, kemudian dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, perkembangan selama perbekel sebelumnya sudah sangat pesat," jelas Wayan Asdita Adi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/7/2021).

Di waktu mendatang, rencananya jogging track Sudamala dirancang menjadi destinasi wisata desa.

"Belum mengarah ke desa wisata karena perlu kesiapan lebih matang. Saat ini fokus ke wisata desa dulu," tukas Pj Perbekel yang menjabat sebagai staf Sub bidang Akutansi RSUD Sanjiwani Gianyar ini.

Selain jalur lingkar, jogging track juga ditambah sepanjang 600 m ke selatan. Di spot ini dibangun jembatan oranye dan rumah pohon.

Baca Juga: All-New Nissan LEAF Akan Mendarat di Indonesia, Ini Deretan Fitur Istimewanya

"Di selatan ada Sungai Tangkid dengan pemandangan beji dan tebing," jelasnya.

Di antara tebing-tebing batu, mengalir sungai. Nantinya akan diproyeksikan sebagai lokasi wisata air, semisal kano atau mini ban.

Dibukanya akses jalan usaha tani sebagai joging track dan objek wisata, juga terbukti mampu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat.

Saat ini, di jogging track sudah ada tiga orang warga yang buka warung. Karena animo masyarakat untuk olah raga dan wisata cukup tinggi.

Warung ini menjual aneka kudapan sehat, seperti salad buah, jus, bubur Bali, teh jahe, teh temu dan sejenisnya.

Pemdes Sukawati mempercayakan pengelolaan jogging track ini pada Bumdes Sari Pertiwi Rahayu.

Di antaranya dalam hal menyiapkan spot-spot destinasi, menyiapkan arena bermain anak-anak, dan menjaga kebersihan.

"Sarana rekreasi anak-anak disiapkan oleh Bumdes kami selaku pengelola. Kalau tidak salah dikelola sejak 2020, tapi tidak dilepas Pemdes," jelas Wayan Asdita Adi yang baru menjabat Pj Perbekel Sukawati sejak Kamis (1/7/2021).

Setelah menjadi tempat rekreasi, jalan usaha tani ini tetap bermanfaat untuk petani dari empat subak di area itu.

"Dalam hal distribusi, petani lebih mudah membawa hasil tani ke pinggir jalan raya untuk diambil pengepul. Kalau dulu petani keluar biaya untuk upah buruh angkut. Sekarang bisa bawa sepeda motor dekat sawahnya," jelas ASN asal Banjar Dlodtangluk ini.

Komoditas unggulan yang ditanam pada area persawahan adalah padi, tembakau dan cabai.

"Menurut petani, ini lahan produktif sekali. Bahkan ada petani yang mencoba menanam satu petak rosela. Jika itu berkembang, kemungkinan bisa diperluas. Siapa tahu, nanti petani di sini bisa menjadi pemasok rosela," pungkas Wayan Asdita Adi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait