Ziarah Jelang Ramadan di Denpasar: Pelestarian Tradisi di Tengah Terbatasnya Lahan Pemakaman

Para peziarah nampak khidmat duduk dan berdoa di depan nisan

Muhammad Yunus
Minggu, 15 Februari 2026 | 13:16 WIB
Ziarah Jelang Ramadan di Denpasar: Pelestarian Tradisi di Tengah Terbatasnya Lahan Pemakaman
Suasana TPU Muslim Wanasari Maruti, Denpasar, Jumat (13/2/2026) [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Banyak peziarah mendatangi TPU Muslim Wanasari Maruti, Denpasar, pada Jumat sore untuk tradisi ziarah menjelang Ramadan.
  • Keterbatasan lahan seluas 43,75 are menyebabkan jenazah sering dimakamkan dengan cara ditumpuk dalam satu liang lahat.
  • Makam tanpa penziarah lebih dari lima tahun akan dicabut nisannya karena tanah merupakan tanah wakaf tanpa sistem sewa.

SuaraBali.id - Satu per satu orang mendatangi TPU Muslim Wanasari Maruti, Denpasar, Jumat (13/2/2026) sore.

Mereka membawa bebungaan untuk ditaburkan di atas makam sanak saudara mereka yang disemayamkan di pemakaman tersebut.

Para peziarah nampak khidmat duduk dan berdoa di depan nisan kerabat mereka. Cuaca mendung sore itu bak penyelimut yang tepat untuk suasana syahdu yang dapat dirasakan di dalam pemakaman.

Jumlah peziarah yang datang lebih banyak dari biasanya, karena dalam sepekan umat Muslim akan memasuki Bulan Ramadan.

Baca Juga:3 Keistimewaan Kurma untuk Santapan Buka Puasa

Ziarah sebelum Ramadan ini sudah menjadi tradisi turun temurun di salah satu pemakaman Muslim terbesar di Denpasar ini.

Ahmad Yusuf (55), salah satu peziarah yang ditemui mengakui jika keluarganya rutin melakukan nyekar untuk keluarganya yang bersemayam di TPU Muslim Wanasari Maruti.

“Sebenarnya sih ini tradisi ya, bukan dalam agama. Tapi memang tradisi masyarakat kita umumnya di Indonesia,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi.

Dia bersama istrinya datang untuk berziarah ke makam anak, mertua, orang tua, keponakan, serta adiknya yang dimakamkan di sana.

Baginya, ziarah menjelang Ramadan ini bisa menjadi momen pengingat untuk menjaga ketaatan ibadah menjelang bulan suci Ramadan.

Baca Juga:7 Amalan Sunnah Puasa Ini Bikin Pahala Kamu Meroket

“Harapan kita sih memang lebih taat, memperbaiki ibadah. Meningkatkan ibadah kita di bulan suci Ramadan daripada bulan-bulan yang lain,” tuturnya.

Namun, dengan usia pemakaman yang melebihi 100 tahun juga menjadikan kondisi pemakaman yang padat.

Batu nisan nyaris tak memiliki jarak dengan batu niasn lainnya ketika berjalan di pemakaman itu.

Pengelola makam pun mencoba beragam siasat untuk dapat mengoptimalkan lahan pemakaman seluas 43,75 are ini.

Dalam perjalanannya, banyak jenazah yang dimakamkan dengan cara ditumpuk secara zigzag dalam satu liang lahat yang sama.

Meski, tidak sedikit juga pemakaman dengan ditumpuk itu juga menjadi permintaan khusus keluarga agar dimakamkan secara berdampingan.

Sekretaris Yayasan Muslim Wanasari Maruti, H. Achmad Tosan juga menceritakan jika keluarganya adalah salah satu yang turut dimakamkan dalam satu liang lahat.

Sebanyak tujuh jenazah keluarganya mulai dari mbah, kakek, hingga saudaranya dimakamkan dengan ditumpuk dalam satu liang yang sama.

“Kebanyakan begitu (ditumpuk). Kalau selain keterbatasan lahan juga permintaan dari keluarga juga. Minta ngumpul sama keluarga, ceritanya berkumpul di alam sana,” tutur Achmad saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Selain lahan yang terbatas, Achmad menerangkan jika situasi ini juga terjadi karena tidak ada sistem sewa lahan makam yang diterapkan oleh Yayasan.

Berbeda dengan pemakaman lain di kota-kota besar yang memasang tarif sewa untuk lahan pemakaman.

Hal tersebut lantaran tanah pemakaman tersebut merupakan tanah wakaf. Sehingga, keluarga jenazah tidak perlu membayar sewa pemakaman kepada Yayasan.

Namun, karena kebutuhan lahan makam yang terus ada, penyesuaian harus dilakukan oleh pihak makam.

Dari sana lah peran keluarga untuk rutin melakukan ziarah dan perawatan makam sanak keluarganya menjadi penting.

Achmad menjelaskan jika sebuah makam yang tidak diziarahi lebih dari 5 tahun, maka petugas makam akan mencabut nisan makam tersebut. Agar nantinya liang tersebut dapat diisi oleh jenazah baru.

Dia menceritakan sesekali ada keluarga yang datang untuk menziarahi makam yang sudah dicabut. Mereka erpaksa menabur bunga di titik pemakaman yang saat itu sudah diisi nisan yang berbeda.

“Yang penting diziarahin aja, aman. Biasanya kalau sudah 5 tahun nggak diziarahi langsung dicabut Karena dianggap tidak ada keluarga,” ungkap dia.

“Karena kan ini tidak ada sistem sewa penyewa, tanah wakaf jadi kan harus kita fungsikan juga. Tidak ada sistem jual beli kan,” pungkas Achmad.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini