Dewa Ayudha Dewata merupakan dewa yang menyebarkan kebaikan di alam semesta serta menggambarkan kekuatan alam ghaib.
Kata Kandik sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti kapak.
Pada bagian pisau Kandik dihiasi dengan ornamen ukiran indah. Kandik sendiri telah ada sejak zaman Paleolitikum atau zaman batu.
Senjata adat ini digunakan untuk kebutuhan seperti membelah kayu, batu, menebang pohon, hingga sebagai senjata. Peninggalan kapak-kapak tua juga banyak ditemukan di daerah Bali seperti Sembiran, Buleleng dan Pecatu.
Baca Juga:Wisata Bali: Tari Tradisi Mekotek atau Ritual Ngerebeg di Desa Munggu Bali
3. Tiuk

Sesuai dengan fungsi serta filosofinya, Tiuk identik dengan kaum hawa yang digunakan untuk pertahanan diri, yang digunakan sebagai belati atau pisau yang digunakan untuk keperluan dapur seperti memotong bahan-bahan makanan atau sesaji.
Tiuk didesain dengan bentuk yang sederhana, dan memiliki penutup yang dihiasi oleh ornamen ukiran sederhana.
4. Blakas
Blakas memiliki penampakan hampir serupa dengan golok, namun memiliki bentuk jauh yang lebih unik dan kecil serupa dengan pisau daging dan memiliki bilah berbentuk persegi empat dengan mata pisau lurus.
Baca Juga:Puan Maharani: Pertanian Jadi Ujung Tombak Bangsa
Blakas tidak diperjual belikan secara luas karena dibuat khusus guna acara tertentu seperti hajatan atau acara gotong royong yang diselenggarakan di pura.