Agama Hindu Dihina: Semoga Umat Hindu Bali Berhenti Sembah Batu dan Patung

Polisi pun memberikan ancaman pasal belapis karena telah melakukan penistaan agama, ujaran kebencian dan melakukan pengambilalihan akun secara ilegal.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 25 Mei 2021 | 09:55 WIB
Agama Hindu Dihina: Semoga Umat Hindu Bali Berhenti Sembah Batu dan Patung
Sejumlah umat Hindu terlihat khusyuk melakukan sembahyang dalam momen Hari Raya Nyepi di Pura Aditya Jaya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

SuaraBali.id - Polisi menangkap penghina Agama Hindu berinisial RF, berusia 23 tahun. Agama Hindu dihina dengan menyerukan umat Hindu Bali berhenti sembah batu dan patung.

RF menghina Agama Hindu lewat media sosial. Polisi pun memberikan ancaman pasal belapis karena telah melakukan penistaan agama, ujaran kebencian dan melakukan pengambilalihan akun secara ilegal.

"Bahwa dalam hal ini pelaku mengakui telah mengambil alih akun seseorang, karena dasar sakit hati. Lalu, mengakses akun tersebut dan menuliskan postingan mengandung ujaran kebencian," kata Kasubdit I Direskrimsus Cyber Crime Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci dalam konferensi pers di Podla Bali, Senin kemarin.

Sempat viral postingan tentang pelaksanaan upacara agama Hindu yaitu Melasti pada (12/3/2021) lalu pada salah satu akun facebook bernama "Ardi Alit".

Baca Juga:Ragam Tanggapan Pelaku Pariwisata Soal Wacana "Work from Bali"

"Tolong yang tahu keberadaaan binatang ini dimana, semeton Bali di shere ngih," dan menyertakan tangkapan layar dari postingan akun facebook bernama "Abdillah Pulukan Bali" dengan keterangan "Hanya orang bodoh yang ikut serta merayakan Nyepi, saya sebagai orang taat ibadah di Agama Islam menentang keras adanya hari raya Nyepi. Dah semoga semua umat Hindu yang ada di Bali sadar dan berhenti menyembah batu dan patung, amin," begitu isi postingan penghinaan terhadap agama Hindu.

Setelah melakukan penyelidikan diperoleh hasil bahwa akun bernama "Ardy Alit" telah diambil alih oleh orang lain sejak (29/1/2021).

Selain itu, pemilik akun yang sebenarnya tidak bisa mengakses akun tersebut baik dengan menggunakan nomor telepon dan kata sandi.

"Dari pemilik akun Ardi Alit yang sebenarnya mengaku sebelumnya sempat membuka link website yang diterima dan diminta untuk memasukkan email atau nomor telepon beserta kata sandi facebook dalam website tersebut," katanya.

Pelaku juga menyatakan bahwa benar sudah membuat akun facebook menyerupai akun bernama "Abdilah Pulukan Bali" dengan menggunakan nama dan foto yang sama dengan akun asli.

Baca Juga:Beredar Video Bugil Gadis Bali di Grup WhatsApp, Penyebarnya Mantan Pacar

Selanjutnya, postingan itu diambil tangkapan gambar dan disebarkan oleh pelaku dengan memanfaatkan akun "Ardi Alit" yang telah diambil oleh pelaku.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak