Miris! 7 Lumba-lumba di Penangkaran Pantai Mertasari Dibiarkan Terlantar

Padahal, sudah setahun terakhir lokasi penangkaran ditutup karena tidak ada izin

Bangun Santoso
Selasa, 27 April 2021 | 07:31 WIB
Miris! 7 Lumba-lumba di Penangkaran Pantai Mertasari Dibiarkan Terlantar
Ilustrasi lumba-lumba. (Pixabay/Free-Photos)

SuaraBali.id - Sempat ditutup karena masalah perizinan, sebanyak tujuh ekor lumba-lumba hidung botol yang ditempatkan di keramba besar di kawasan Pantai Mertasari dikabarkan terlantar dan sakit.

Dilansir dari Beritabali.com, sejumlah aktivis mempertanyakan hal tersebut agar tidak dibiarkan dan harus segera mendapatkan perawatan.

Diketahui, tempat penangkaran lumba-lumba tersebut berada di pesisir Pantai Mertasari Sanur. Di mana tujuh lumba-lumba itu ditempatkan di keramba besar di tengah perairan.

Untuk menuju ke sana tidak mudah, harus menggunakan perahu atau boat yang ada di Pantai Mertasari.

Baca Juga:Bersama Pecalang dan Panitia, Tim Yustisi Rajin Sosialisasi Prokes

Menurut salah satu aktivis yang ditemui mengatakan, lumba-lumba tersebut milik salah satu perusahaan yang terletak di Sanur.

Sebelumnya, hewan mamalia yang seharusnya berada di lautan bebas ini sempat dipertontonkan kepada wisatawan. Namun operasional perusahaan ini ditutup pada 19 April 2020 lalu karena masalah perizinan.

"Itu tidak ada izinnya sehingga ditutup," ungkap aktivis tersebut, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sudah memasang spanduk penghentian kegiatan peragaan lumba-lumba di lokasi penangkaran.

Bahkan, Kementrian LHK menyerahkan pengawasan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali untuk dilakukan relokasi ke tempat penangkaran lumba-lumba.

Baca Juga:Brakk! Tabrak Bak Sampah, Pemotor Tewas di Jalan Letda Made Putra

Tapi yang mengherankan, sejak satu tahun pasca-ditutup, lumba-lumba tersebut masih berada di lokasi tersebut.

Informasi lainnya menyebutkan diduga kuat selama ditutup, perusahaan tersebut masih mempertontonkan peragaan lumba-lumba secara sembunyi-sembunyi.

“Harusnya lumba-lumba sudah direlokasi sejak ditutup setahun lalu. Tapi sampai sekarang masih lumba-lumba itu masih di sini. Bagaimana merawatnya kami juga tak tahu,” ungkapnya lagi.

Aktivis itu berharap agar pihak BKSDA Bali segera mengambil langkah tegas terkait keberadaan lumba-lumba tersebut. Apalagi ada beberapa lumba-lumba yang sakit dan harus segera dirawat.

“Sudah jelas ada surat penghentian operasional dari Kementrian LHK. Tapi sampai sekarang dibiarkan di sana. Infonya ada lumba lumba yang sakit,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, Agus Budi yang dihubungi wartawan, Senin (26/4/2021) belum memberikan komentar karena mengaku sedang sakit dan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini