Kanibalisme di Tanah Air, Daging Manusia Masih Dijual Tahun 1900-an

Seorang asing yang pernah bekerja di Bali menuliskan catatan mengejutkan soal fenomena manusia pemakan sesama.

RR Ukirsari Manggalani
Senin, 15 Maret 2021 | 21:08 WIB
Kanibalisme di Tanah Air, Daging Manusia Masih Dijual Tahun 1900-an
Ilustrasi tangan berpasrah [Shutterstock].

...tentang orang Batak ini, masyarakat yang memiliki arsitektur indah, kerajinan tenun, kerajinan pahat dan kerajinan perak; masyarakat yang moralnya tinggi, hukuman mati bukanlah kejahatan... Di sisi lain mereka bukan saja kanibal, juga mempraktekkan kanibalisme tanpa perasaan.

Orang Batak akan memotong daging yang dibelinya dari orang yang masih hidup; yang tidak beruntung akan dilelang sepotong demi sepotong, dan pembeli yang beruntung akan memotong daging yang telah dibelinya, biasanya telapak tangan dan pipi, dan memasaknya di atas api yang tak jauh dari situ..."(diterjemahkan dari versi bahasa Jerman, halaman 10)

"Apakah fakta bahwa rasa daging para misionaris ini begitu lezatnya menjadi alasan mengapa mereka berpindah ke agama Kristen?" demikian tulisan penutup Geerken.

Baca Juga:Wisata Bali: Membersihkan Batin di Pancoran Solas Taman Beji Paluh

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak