alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengaturan Harga Rokok Kretek Filter Jadi Pemicu Inflasi di Bali

Dythia Novianty Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:45 WIB

Pengaturan Harga Rokok Kretek Filter Jadi Pemicu Inflasi di Bali
Ilustrasi rokok. [Shutterstock]

Provinsi Bali kembali mencatat inflasi sebesar 0,79 persen (mtm), angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,26 persen (mtm).

SuaraBali.id - Secara bulanan, inflasi Bali lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional. Namun, secara tahunan inflasi Bali pada Januari sebesar 1,02 persen (yoy) lebih rendah dibanding inflasi tahunan sebesar 1,55 persen.

Bank Indonesia mencatat pada Januari 2021 Provinsi Bali kembali mencatat inflasi sebesar 0,79 persen (mtm), angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,26 persen (mtm).

Inflasi di Januari terjadi terjadi karena adanya peningkatan harga pada kelompok volatile food dan administered prices.

Hal ini tercermin dari meningkatnya harga bahan makanan seperti cabai rawit dan daging ayam ras, serta harga yang diatur pemerintah seperti tarif angkutan udara serta rokok kretek filter.

Baca Juga: Lagi, LPSK Serahkan Kompensasi ke Puluhan Korban Bom Bali

"Meskipun demikian tekanan harga lebih mendalam tertahan dengan melandainya core inflation," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, dilansir laman BeritaBali, Jumat (5/2/2021).

Sementara untuk kelompok volatile food mengalami kenaikan harga sebesar 3,82 persen (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatkan harga terlihat untuk komoditas cabai rawit, mangga, daging ayam ras, daging babi, dan tempe. Peningkatan harga komoditas hortikultura disebabkan oleh masih terbatasnya pasokan di awal tahun pascalibur Nataru.

"Peningkatan harga daging babi juga masih disebabkan turunnya jumlah ternak babi secara signifikan, diakibatkan oleh virus yang menyerang pada 2020," paparnya.

Jika dilihat, kelompok barang administered price mencatat peningkatan harga sebesar 0,50 persen (mtm). Peningkatan tekanan harga pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan harga di Desember 2020.

Baca Juga: Saat Pendukung Jerinx Bereaksi, Gembok Gerbang Kejati Bali

Kelompok barang core inflation mencatat tekanan harga yang melandai, yaitu sebesar 0,17 persen. Menurunnya tekanan inflasi ini terjadi terutama pada harga tiket bioskop, sandal kulit pria, dan shampoo. Penurunan harga tiket bioskop sejalan dengan kembali dibukanya bioskop pasca penutupan di tahun 2020.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait