Tiba-tiba saja pelaku asal Dompu NTT itu mengambil parang dan menebas korban berkali-kali. Tebasan pertama mengarah ke tangan kiri.
Akibatnya, korban ayang berasal Pekanbaru itu tidak sempat mengelak sehingga parang tajam ini memutus tangan kirinya.
Dalam keadaan tangan terputus korban berusaha melarikan diri. Nahas, HR yang kalap menebas punggung hingga korban terkapar bersimbah darah.
"Pelaku menebas tangan kiri korban hingga putus dan juga punggung. Tangan korban harus diamputasi," sambung saksi
Baca Juga:Geger Penemuan Mayat di Gorong-gorong Kawasan Pelabuhan Benoa
Saksi Ahmad mengaku tidak mengetahui persis apa yang sebab permasalahan keduanya. Tapi dari informasi yang dihimpun, penebasan itu dipicu dendam lama.
Pelaku diduga tidak terima kerap ditegur masalah pekerjaan oleh korban sehingga keduanya pun sering terlihat cekcok.
Akibat pembacokan itu, korban masih dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Sedangkan pelaku langsung kabur usai kejadian tersebut dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat polisi.
Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dihubungi membenarkan kasus tersebut. Sukadi menerangkan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Ya benar ada kasus penebasan di Pelabuhan Benoa. Masih didalami," ungkapnya saat dihubungi Senin (14/12).
Baca Juga:Pengemudi Taksi Online Ditikam Penumpang, Begini Kondisinya