"Bukan koma sih, kemarin sih pada saat lahiran dia bilang ada pendarahan, dari teman-teman bilang ada pendarahan," kata Surya dihubungi Sabtu (3/10/2020).
![Unggahan Rachel Maryam [Instagram/@rachelmaryams]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/01/76310-unggahan-rachel-maryam-instagramatrachelmaryams.jpg)
Sebagai informasi, Rachel Maryam baru saja melahirkan anak keduanya. Sebelum persalinan, aktris 40 tahun ini sempat dilanda kekhawatiran.
Beruntung, sang suami Edwin Aprihandono setia menemani istrinya. Ada pula teman-teman artis yang memberikan dukungan untuk Rachel Maryam.
Mungkin ini sebabnya
Baca Juga:Disebut Alami Koma, Kondisi Terkini Rachel Maryam Diungkap Mulan Jameela
Pendarahan berlebihan saat melahirkan, yang juga dapat disebut dengan pendarahan pascapersalinan, mengacu pada hilangnya lebih dari dua liter darah atau gajala kehilangan darah yang signifikan terjadi dalam 24 jam setelah melahirkan.

Berdasarkan Manual MSD, umumnya melahirkan akan kehilangan sekitar satu liter darah selama dan setelah melahirkan melalui vagina.
Darah hilang karena sebagian pembuluh darah terbuka saat plasenta terlepas dari rahim. Kontraksi rahim membantu menutup pembuluh ini sampai pembuluh bisa sembuh.
Sedangkan kelahiran sesar menghasilkan sekitar dua kali lipat kehilangan darah dibandingkan persalinan pervaginam, sebagian karena persalinan membutuhkan sayatan di rahim, dan banyak darah yang dipompa ke rahim selama kehamilan.
Kehilangan darah dianggap berlebihan jika salah satu dari hal berikut terjadi dalam waktu 24 jam setelah melahirkan:
Baca Juga:Rachel Maryam Alami Pendarahan Hebat Saat Melahirkan, Ini Penyebab Umumnya!
- Lebih dari 2 liter darah hilang.
- Sang ibu memiliki gejala kehilangan darah yang signifikan, seperti tekanan darah rendah, detak jantung cepat, pusing, kelelahan, dan lemas.
![Unggahan Rachel Maryam [Instagram/@rachelmaryams]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/13/75334-unggahan-rachel-maryam-instagramatrachelmaryams.jpg)
Kehilangan darah yang berlebihan biasanya terjadi segera setelah melahirkan tetapi dapat terjadi paling lambat 1 bulan setelahnya.