Indeks Terpopuler News Lifestyle

Terus Menyusut, Lahan Pertanian di Mataram Kini Tersisa 1.487 Hektare

Husna Rahmayunita Rabu, 29 Juli 2020 | 12:23 WIB

Terus Menyusut, Lahan Pertanian di Mataram Kini Tersisa 1.487 Hektare
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli. (Antara)

Padahal di tahun 2019, tersedia lahan seluas 1.513 hektare.

SuaraBali.id - Lahan pertanian dI Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat terus menyempit. Kekinian, hanya tersisa 1.487 hektare yang dapat digunakan.

Padahal di tahun 2019, tersedia lahan seluas 1.513 hektare. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menuturkan penyusutan ini disebabkan oleh maraknya alih fungsi lahan.

"Pengurangan areal pertanian itu yang dipicu karena alih fungsi yang mencapai 26 hektare untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk perumahan," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2020).

Data sisa areal pertanian Kota Mataram tersebut, terang berMutawalli merupakan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ironisnya, jumlah areal pertanian di Mataram ke depannya diprediksi akan terus menurun seiring dengan semakin tingginya alih fungsi lahan untuk kebutuhan.

Terlebih setelah adanya rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang membolehkan aktivitas pembangunan pada beberapa titik.

Di mana lokasi tersebut sebelumnya dilarang untuk pembangunan, sehingga alih fungsi lahan di kota itu sulit dibendung akibat pesatnya perkembangan di daerah ini.

"Untuk membendung alih fungsi lahan memang tidak mudah, karena perkembangan kota sudah sedemikian rupa sehingga mau tidak mau alih fungsi lahan tidak bisa kita hindari," terangnya.

Mutawalli mengatakan, kecuali lahan pertanian yang tidak boleh dibangun adalah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 509 hektare.

Area tersebut telah ditetapkan dan dikuatkan dengan regulasi sehingga tidak boleh dibangun dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait