- Lima jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat dilaporkan meninggal dunia saat berada di Tanah Suci Arab Saudi.
- Penyebab kematian dipicu oleh faktor usia lanjut, penyakit penyerta, serta kondisi kelelahan akibat suhu udara tinggi.
- PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan dan pemantauan kesehatan ketat bagi jamaah untuk memastikan kondisi tetap stabil.
SuaraBali.id - Lima orang jamaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat dilaporkan meninggal dunia selama berada di Tanah Suci Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin, membenarkan ada lima orang jamaah haji NTB yang meninggal di Arab Saudi.
"Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki," ujarnya di Mataram, Kamis 28 Mei 2026.
Ia menyebutkan, asal para jamaah haji ini ada dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
"Kematian jamaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armusna atau puncak ibadah haji di Arafah," terang Lalu Muhamad Amin.
Amin mengungkapkan kematian para jamaah haji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari usia lanjut, penyakit penyerta, dan kelelahan/efek suhu tinggi di Arab Saudi.
"Jadi, beberapa jamaah yang kondisi menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal," terang mantan Kepala Bidang Haji dan Umrah di Kanwil Kemenag NTB ini.
Menurutnya, sejauh ini pasca puncak pelaksanaan ibadah haji kondisi jamaah haji NTB, mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam kondisi sehat walafiat, meski terdapat sebagian jamaah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan.
"Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop," ujarnya.
Baca Juga: Hati-hati! Polisi Ungkap Sindikat Haji Ilegal dengan Tarif Rp300 Juta, Begini Modusnya
Untuk menjaga kondisi para jamaah ini, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jamaah tetap stabil.
"Beberapa jamaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Investasi Migas Triliunan Rupiah Masuk Bali, Siap Mandiri Listrik dari Jawa?
-
Modal Rp16 Miliar Amblas? Polda NTB Usut Dugaan Korupsi BUMD Lombok Timur
-
Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik
-
Penyelundupan Emas Rp13 Miliar di Bandara Lombok, Diduga Hasil Tambang Ilegal