- Ketergantungan Kota Mataram terhadap TPA Regional Kebon Kongok menyebabkan penumpukan sampah di TPS Sandubaya akibat pembatasan pengiriman.
- Penumpukan sekitar 10 ribu ton sampah di TPS Sandubaya menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
- Dampak lingkungan tersebut menyebabkan omzet pedagang lokal menurun drastis dan mengurangi aktivitas ekonomi di kawasan TPS Sandubaya.
“Dulu sampai di sini sampah itu dibuang,” katanya sambil menunjuk area di sekitar lapaknya.
Meski saat ini volume sampah baru mulai berkurang karena langsung diangkut menuju TPA Regional Kebon Kongok, tumpukan sampah lama masih terlihat di beberapa titik TPS.
“Sudah mulai gotong royong ini. Tapi sampai sekarang masih numpuk di sebelah timur,” tutur Nurhayati.
Ia mengakui, berkurangnya volume sampah sedikit mengurangi bau menyengat, terutama saat hujan turun. Namun kondisi tersebut belum mampu memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan TPS.
Nurhayati mengungkapkan, sebelum terjadi penumpukan sampah, penghasilannya bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari.
Kini omzetnya turun hingga 50 persen dan hanya berkisar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per hari.
“Sekarang sudah sepi,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Nurhayati tetap bertahan berjualan meski harus membayar biaya sewa lahan sebesar Rp500 ribu setiap tahun.
“Dulu banyak lapak di sini. Tapi sudah banyak yang tutup dan saya saja yang masih bertahan,” ujarnya.
Baca Juga: Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
Sementara itu, aktivitas pemulung di TPS Sandubaya juga mulai berkurang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah rumah tangga kini langsung dimasukkan ke dump truck untuk dibawa ke TPA Regional Kebon Kongok sehingga tidak lagi banyak sampah yang bisa dipilah oleh pemulung.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut membuat penghasilan para pemulung ikut menurun.
“Masih ada pemulung di sini tapi sekarang sudah mulai sepi. Tidak ada sampah yang akan dipilih karena semua langsung dibuang ke dump truck,” pungkasnya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Perkuat Dukungan Pariwisata dan UMKM
-
Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Akademisi: Liputan Investigasi Selamatkan Marwah Pesantren
-
Sopir Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Diduga Cabuli 4 Santriwati
-
Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya